Berita Dunia Islam Terdepan

Guru Suriah yang tinggal di Aleppo mengatakan dalam pesan terakhirnya, “Kami hanya ingin kebebasan”

Abdulkafi, seorang guru bahasa Inggris Suriah melakukan livestream dari lingkungan timur Aleppo yang digempur oleh rezim Asad. (Foto: MEE)
5

ALEPPO (Arrahmah.com) – Seorang guru bahasa Inggris Suriah yang tinggal di lingkungan timur Aleppo telah memposting apa yang ia sebut sebagai “pesan terakhirnya”.

Rekaman yang ia ambil dari ponsel dengan tangan gemetar menunjukkan Abdulkafi Al-Hamdo yang berlindung di balik dinding batu di jalan yang penuh dengan puing, tetesan hujan menjadi latar belakang saat ini mengucapkan pesan yang ingin disampaikannya kepada dunia. Ia merasa terguncang saat pembantaian terbentang di depan matanya, lansir MEE pada Selasa (13/12/2016).

“Yang ingin saya katakan adalah, jangan percaya pada PBB. Jangan percaya lagi kepada masyarakat internasional. Mereka puas bahwa kami telah dibunuh,” ujar Abdulkafi dengan nafas terengah.

“Kami ingin kebebasan, kami tidak ingin apa-apa lagi. Dunia ini tidak menginginkan kebebasan.”

“Jika Anda mengatakan Anda tidak bisa melakukan apapun yang Anda bisa, Anda bisa turun ke jalan-jalan,” tutupnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...