Berita Dunia Islam Terdepan

Jalan kaki Ciamis-Jakarta ribuan santri untuk aksi bela Islam penjarakan Ahok

Aksi jalan kaki dari menempuh jarak 300 km dari Ciamis ke Jakarta, untuk mengikuti Aksi Bela Islam penjarakan Ahok 212.. Foto : Okezone
6

CIAMIS (Arrahmah.com) – Ribuan Muslim mulai bergerak dari Masjid Agung Ciamis dalam aksi jalan kaki bersama menuju Jakarta pada Senin (28/11/2016) siang. Jalan kaki tersebut dalam rangka aksi bela Islam menuntut keadilan penjarakan tersangka penista agama, Ahok, pada 2 Desember mendatang.

Mengutip Republika, terpantau mayoritas peserta merupakan santri dan santriwati dari berbagai pesantren di wilayah Ciamis. Mereka berdatangan atas perintah pimpinan Ponpesnya. Salah satu santri asal Ponpes Miftahul Huda 2, Ricky Muzakir, mengaku mendapat ajakan ponpesnya untuk mengikuti aksi kali ini.

Namun dirinya juga merasa bangga karena bisa ikut dalam aksi membela Islam. “Saya bangga juga bisa ikut ini membela Islam, tuntutannya tentu sama seperti yang lain, supaya Ahok segera diproses di pengadilan,” katanya sembari berjalan.

Para Santri berjalan Ciamis - Jakarta. Foto: Net
Para Santri berjalan Ciamis – Jakarta. Foto: Net

Para peserta aksi menempuh jalan raya Ciamis untuk terlebih dahulu melewati Tasik sebelum ke Jakarta. Peserta aksi menggunakan pakaian putih-putih dan ada juga yang berkaus hitam ditambah topi ala petani.

“Pak Kapolri, aksi kami aksi damai, bukan makar. Walau terus diintimidasi, semangat juang kami takkan pudar,” tulis spanduk yang dibawa peserta.

Massa terbagi dengan ada yang berjalan kaki dan ada pula yang membawa mobil bak terbuka dengan pengeras suara guna memberi instruksi. Jalanan pun mengalami kemacetan akibat aksi massa memenuhi satu ruas jalan.

Aksi jalan kaki sejauh kurang lebih 300 km ini dilakukan umat Islam menyusul adanya larangan bagi PO Bus untuk menyewakan armadanya kepada warga masyarakat yang akan mengikuti aksi bela Islam jilid III, menuntut keadilan penjarakan Ahok, si penista agama.

Menurut Syahganda Nainggolan, Direktur Eksekutif Sabang-Merauke Circle,
bagi ummat Islam, long march bukan merupakan barang impor, sejak Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah. Dan sebaliknya fathu Makkah dari Madinah ke Makkah.

“Jarak Mekkah ke Madinah lebih jauh dibanding dengan Ciamis ke Jakarta. Namun, tantangan gurun pasir dan panas terik matahari jazirah arab, lebih menunjukkan beratnya beban masa Rasul tersebut dibandingkan long marchummat Islam Ciamis Jakarta,” tulisnya di laman Rmol, Selasa (29/11).

Menurutnya spirit long march Rasulullah, berhasil menciptakan sebuah konsep negara dalam Islam, yang disebut “negara Madinah”.

“Selain itu, berhasil menaklukkan Mekkah dari kalangan kafir Quraisy. Sebuah kiblat bagi miliaran manusia di dunia,” jelasnya.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...