Berita Dunia Islam Terdepan

Pengeboman intensif menggempur lingkungan timur Aleppo termasuk rumah sakit

Bayi-bayi Suriah harus dirawat di tempat seadanya karena pemboman udara terus menargetkan fasilitas medis di Aleppo. (Foto: Zaman Alwasl)
5

ALEPPO (Arrahmah.com) – Pemboman intensif memukul lingkungan timur kota Aleppo yang dikuasai oleh Mujahidin pada Jum’at (18/11/2016), warga dan tim penyelamat mengatakan beberapa rumah sakit dan lingkungan perumahan telah dihantam, membuat kepala klinik pediatri menjadi panik karena harus mencari-cari tempat untuk memindahkan pasien-pasien anak.

Sebelumnya, serangan udara di sebuah desa di provinsi Aleppo telah membunuh tujuh orang dari satu keluarga yang sama, termasuk empat anak, ujar aktivis Suriah seperti dilansir Zaman Alwasl.

Sejauh ini lebih dari 100 orang telah tewas di seluruh Suriah sejak Selasa (15/11).

Seorang dokter yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Dr. Hatem, kepala satu-satunya rumah sakit anak yang tersisa di wilayah yang dikuasai oleh pejuang Suriah yang terkepung, mengatakan fasilitas medis di lingkungan Al-Shaar telah ditargetkan satu kali pada Jum’at (18/11), menyebabkan kerusakan eksterior. Rumah sakit juga dihantam selama gelombang serangan udara di kompleks di mana empat rumah sakit berlokasi pada Rabu (16/11).

“Sekarang sedang terjadi bombardir, saya minta maaf, saya harus pergi untuk memindahkan anak-anak ke daerah yang aman,” ujar Dr. Hatem dalam pesan teks, lansir Zaman Alwasl. Ia hanya memberikan nama depannya karena khawatir akan keselamatan keluarganya.

Rumah sakit lain di lingkungan berbeda namun masih di kota aleppo, juga dibombardir pada Kamis (17/11), ujarnya.

Pintu masuk terbakar, namun beruntung tidak ada korban yang terluka.Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa puluhan serangan udara, artileri dan bom barel telah menghantam 18 lingkungan yang berbeda di Aleppo timur.

SOHR mengatakan pemboman oleh pasukan rezim Asad telah menargetkan rumah sakit dan lingkungan perumahan, termasuk satu rumah sakit anak.

Banyak rumah sakit dan klinik di wilayah yang terkepung memindahkan operasi mereka di bawah tanah setelah berbulan-bulan pemboman dan serangan udara tanpa henti. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016 mencatat 126 serangan terhadap fasilitas kesehatan dalam perang di Suriah.

Ibrahim Al-Haj, seorang anggota Pertahanan Sipil Suriah atau yang lebih dikenal dengan sebutan White Helmet, mengatakan keadaan di Aleppo sangat berantakan. Kelompok penyelamat berjuang untuk memadamkan api di sedikitnya 10 daerah yang berbeda di Aleppo timur. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...