Berita Dunia Islam Terdepan

Persis: Ahok tersangka, agenda umat bela Qur’an belum selesai

DR. Jeje Zaenudin
4

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dr. Jeje Zainudin, MA, Waketum PP Persis menyatakan bahwa dengan ditetapkannya Basuki alias Ahok sebagai tersangka mengindikasikan bahwa rasa keadilan masih dimenangkan dari segala kepentingan politik dan kekuasaan. Namun agenda umat Islam masih panjang dalam membela Al Quran.

Menurutnya umat Islam bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada aparat penegak hukum yang telah bekerja keras hingga akhirnya Ahok ditetapkan sebagai tersangka penista agama. Ini mengindikasikan bahwa rasa keadilan masih dimenangkan dari segala kepentingan politik dan kekuasaan, sehingga kita wajar jika berharap bahwa penegakan hukum yang berkeadilan dan keberpihakan negara terhadap kehormatan agama masih ada dan dapat dijalankan.

“Namun kita jangan lupa bahwa untuk sampai tersangka menjadi terpidana dan divonis dengan ketetapan hukum yang final masih butuh proses dan tahapan hukum yang cukup panjang,” katanya dalam keterangan tertulis kepada redaksi Rabu (16/11/2016).

“Kalaupun kemudian Ahok telah divonis bersalah dan dipidana penjara dengan keputusan pengadilan tertiggi yang mempunyai kekuatan hukum tetap, agenda umat Islam dalam membela Al Quran belumlah selesai,” tambah Jeje.

Dia berkeyakinan bahwa agenda umat Islam sebagai rasa cinta dan bela terhadap Quran bukan hanya dengan menuntut memenjarakan non muslim yang menghinanya,

“Tetapi jauh lebih besar dari itu adalah bagaimana mensosialisasikan rasa cinta dan bela Quran menjadi gerakan nasional cinta membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Quran. Sehingga Alquran benar benar jadi dasar nilai kehidupan Muslim Indonesia dalam segala aspeknya, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana telah dijamin oleh Undang Undang Dasar 1945 itu sendiri,” jelasnya.

Untuk itu Jeje menyerukan bahwa Aksi Bela Quran jangan dihentikan tetapi terus digelorakan dalam bentuk lain, yaitu Aksi dan Gerakan Belajar Quran, Gerakan Fahami Quran, hingga Gerakan Amalkan Quran.

“Kita harus menyadari bahwa masih ada sekitar 54 % Muslim Indonesia yang masih buta aksara Quran. Maka bisa dibayangkan berapa puluh persen yang belum faham isu Quran, apalagi yang mengamalkannya,” pungkasnya.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...