Berita Dunia Islam Terdepan

Gerindra: Kasus penistaan agama Ahok lebih besar dibanding Pilkada

Ahok lengkap dengan seragam Gubernur DKI Jakarta mulutnya menista agama Islam, Al Quran dan para Ulama saat berbicara pada kunjungan ke Kepualauan Seribu, Jakarta Utara, Rabu (28/9/2016). Saat ini Ahok resmi sebagai narapidana tindak pidana penodaan agama
5

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid menegaskan bahwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengisyaratkan bahwa ada masalah yang lebih besar lagi ketimbang Pilkada. Untuk itu dia meminta semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan proses hukum kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok dengan Pilkada.

“Yakni satu, edukasi keteladanan seorang gubernur dalam membangun budaya saling menghormati agama,” jelas Wakil Ketua Komisi VIII ini kepada wartawan, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2016), lansir Rmol.

Kedua, menurutnya adalah edukasi penegakan hukum bagi penista agama. Dimana aparat hukum harus bertindak adil. Sebab jika para pelaku penista agama dibiarkan dan tidak dihukum, maka ke depan dia yakin budaya menghormati agama lain akan hancur.

“Maka akan muncul terus konflik agama yang akan menggagu stabilitas NKRI,” lanjutnya.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...