Berita Dunia Islam Terdepan

Pasca aksi 411, berikut analisis siyasah syar’iyah Majelis Mujahidin

Logo Majelis Mujahidin
2

(Arrahmah.com) – Firman Allah Swt: “Allah senantiasa melindungi orang-orang mukmin. Allah senantiasa menjauhkan orang-orang mukmin dari kekafiran dan memasukkan mereka ke dalam Islam. Adapun yang menjadi teman bagi orang-orang kafir adalah setan. Setan-setan itu menjauhkan orang-orang kafir dari Islam dan memasukkan mereka ke dalam kekafiran. Kelak di akhirat, orang-orang kafir menjadi penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah (2) : 257)

Secara demografis, Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim di dunia, telah menjadi incaran musuh negara dan musuh agama.

Ancaman terhadap Indonesia hari ini nyata. Dominasi AS, Israel, Cina, dan Islamophobia. Cengkeraman mafia global kian menggurita, lepasnya Indonesia dengan mayoritas salib, penjajahan ekonomi Cina hingga pedesaan. Kemungkinan revolusi sosial akibat merajalelanya kemiskinan dan pengangguran. Selain itu hancurnya ekonomi rakyat lebih buruk dari 1997-1999. Rekayasa bentrokan vertikal antara buruh dan aparat, PKL- aparat, mahasiswa-aparat. Kerusuhan antar etnis: pribumi – Cina, pribumi – pendatang asing, dalam bahasa PKI: proletar melawan setan kota.

Sementara kekuatan disintegrasi di Indonesia: Syiah, Kristen neo konservatif, antek zionis dan komunis, politisi oportunis, kaum separatis.

Adapun kekuatan yang masih tersisa untuk mempertahankan NKRI: TNI, Islam, dan Soekarnois (PDIP tidak sama dengan soekarnois).

Dari prediksi politik ini, maka penting bagi aparat keamanan agar cerdas dan selektif mencari teman perjuangan. Jangan memosisikan siapa musuh dan siapa teman berdasarkan stigma Islamophobia.

(*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...