Berita Dunia Islam Terdepan

Seorang pria ditembak selama aksi unjuk rasa anti-Trump di Portland

Massa menggelar aksi unjuk rasa anti-Trump di AS
2

LOS ANGELES (Arrahmah.com) – Satu orang ditembak dan ratusan orang ditangkap saat protes anti-Trump terus berlanjut di seluruh AS selama tiga malam berturut-turut.

Polisi menangkap 195 orang semalam di pusat kota Los Angeles setelah seribu pengunjuk rasa tumpak ke jalan-jalan menggelar aksi unjuk rasa di kota itu sampai pagi.
Menurut Departemen Kepolisian Los Angeles, sebanyak 187 orang dewasa dan delapan remaja ditahan karena melakukan tindakan melanggar hukum yang terkait dengan demonstrasi, sebagaimana dilansir ABC News, Sabtu (12/11/2016).

Para pengunjuk rasa meneriakkan: “Hei, hei, ho, ho, negara kita bukan acara TV”.

Sementara itu, seorang pria bersenjata sedang berkeliaran di Oregon setelah seorang pengunjuk rasa ditembak selama demonstrasi anti-Trump pada Sabtu (12/11) pagi di Portland. Korban dirawat di rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam nyawanya, kata polisi.

“Pada Sabtu pagi, 12 November 2016, seorang pria terluka dalam penembakan di Jembatan Morrison selama pawai protes,” kata Polisi Portland dalam sebuah pernyataan.

“Informasi awal menunjukkan bahwa tersangka sedang berada di dalam kendaraan di Jembatan Morrison dan ada konfrontasi dengan seseorang dalam aksi protes tersebut. Tersangka keluar dari kendaraan dan menembakkan beberapa tembakan dan melukai korban.”

Polisi mengatakan bahwa petugas yang berada di dekat tempat kejadian memberikan bantuan medis sampai ambulans tiba dan korban diangkut ke rumah sakit Portland.

Polisi mengatakan bahwa tersangka melarikan diri dari lokasi.

 Cole Howard memposting foto ini ke Instagram, 12 November 2016, dengan judul, "Tembakan. Seorang pengunjuk rasa ditembak di jembatan Morrison oleh mobil warga sipil yang tidak terafiliasi dengan #NoTrump."

Cole Howard memposting foto ini ke Instagram, 12 November 2016, dengan judul, “Tembakan. Seorang pengunjuk rasa ditembak di jembatan Morrison oleh mobil warga sipil yang tidak terafiliasi dengan #NoTrump.”

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...