Berita Dunia Islam Terdepan

Presiden tegur Kapolri yang menafsirkan ucapan Ahok

Presiden Jokowi saat melantik Tito sebagai Kapolri
4

JAKARTA (Arrahmah.com) – Presiden Joko Widodo mengaku sudah menegur Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian karena menafsirkan pernyataan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengutip ayat Al-Quran. Hal tersebut disampaikan Jokowi kepada para ulama yang diundang ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/11/2016) siang.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Serang, Sidrajat Ardani, sebagaimana dikutip Tribun mengatakan, awalnya dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu ia menyampaikan kritik terhadap Kapolri.

Ia menilai, pernyataan Kapolri tersebut justru membuat netralitas kepolisian dipertanyakan dalam mengusut kasus Ahok.

“Kami sudah secara lantang menyampaikan kepada Bapak Presiden kegaduhan setelah 4 November adalah aparat keamanan, terutama polisi mendahului menafsirkan kata ‘pakai’,” kata Sidrajat.

Menurut Sidrajat, Jokowi langsung menegur Tito atas pernyataannya yang disampaikan ke media itu. Jokowi mengakui pernyataan Tito memang tidak tepat.

“Di situ Presiden mengakui dan sudah menegur pihak kepolisian,” ucap Sidrajat.

Hal serupa disampaikan pimpinan pondok pesantren Salafiyah Banten Matin Sarqowi. Ia mengatakan, seharusnya kepolisian tidak sembarangan menyampaikan pernyataan yang mendahului.

“Karena itu bukan ranahnya kepolisian. Ranah polisi adalah penyelidikan dan penyidikan. Presiden sudah menegur,” tambah dia.

Diketahui, Kapolri Tito menyoal kata pakai dalam kasus penistaan agama oleh Basuki alias Ahok. Kapolri bilang sedang didalami transkrip yang beredar, karena ada kata yang hilang dari pernyataan aslinya.

“Nah ini (hilangnya kata pakai-red) yang sedang kita minta keterangan kepada saksi ahli bahasa. Sebagai penyidik kami hanya menerima dan nantinya menyimpulkan dari ahli-ahli ini,” kata Tito kepada wartawan di Istana Negara, Sabtu (5/11), lansir Tribratanewsjatim.

Menurut dia, transkrip video yang diunggah Buni Yani ada perbedaan penting dengan transkirip aslinya. “Bahasanya kan begini : jangan percaya kepada orang bapak ibu punya pilihan bathin sendiri, tidak memilih saya. Dibohongi PAKAI ada kata pakai. Itu penting sekali. Karena beda dibohongin Al Maidah 51 dengan dibohongin pakai Al Maidah 51,” jelas Tito.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...