Berita Dunia Islam Terdepan

Ribuan siswa dan guru di AS gelar protes anti-Trump

Siswa Sekolah Tinggi Berkeley mengelar unjuk rasa di depan Sproul Hall di kampus UC Berkeley dalam protes terhadap pemilihan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang digelar di Berkeley, California, AS, 9 November 2016. REUTERS / Elia Nouvelage
1

CALIFORNIA (Arrahmah.com) – Sekitar 1.500 siswa dan guru di California menggelar pawai pada Rabu (9/11/2016) di halaman SMA Berkeley, sebelum kemudian bergerak menuju kampus Universitas California, Berkeley, sebagaimana dilansir Reuters.

Ratusan siswaSMA dan mahasiswa juga menggelar protes anti-Trump di Seattle, Phoenix, Los Angeles dan Oakland, Richmond dan El Cerrito, California.

Sekitar 300 siswa SMA yang didominasi Latino keluar kelas pada Rabu pagi (9/11) di Los Angeles dan berbaris menuju Balai Kota.

Mereka menyeriakkan yel-yel dalam bahasa Spanyol: “Orang-orang yang bersatu tidak akan pernah dikalahkan”. Kelompok massa itu memegang karton yang bertuliskan slogan-slogan seperti “Tidak Mendukung Rasisme, Bukan Presiden Saya”, dan sebagaimanya.

Dalam beberapa kampanyenya, Trump memang dikenal kerap melontarkan komentar rasis. Warga keturunan Latin sendiri pernah menjadi sasaran Trump ketika ia menyebut ingin membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko guna menghalau arus imigran gelap dan mendeportasi yang sudah tinggal di AS.

Komentar ini memicu kekhawatiran para siswa di sekolah Miguel Contreras yang tergabung dalam kelompok Generasi Pemimpi. Kelompok ini berisi anak-anak yang masuk ke AS bersama orang tuanya dengan cara ilegal. Mereka takut dideportasi di bawah kepemimpinan Trump.

“Seorang anak tidak seharusnya hidup di dalam ketakutan akan dideportasi. Mereka tidak seharusnya hidup di dalam ketakutan mereka sendiri bahwa mereka akan dideportasi,” ucap Stephanie Hipolito.

Meskipun keturunan Latin, Hipolito mengaku bahwa orang tuanya kini sudah resmi menjadi warga negara AS. Hipolito menuturkan bahwa selama tinggal di AS, keluarganya mencari nafkah dengan cara legal.

“Kami bukan pelaku kriminal. Kami bukan pengedar narkoba. Kami adalah pekerja keras yang ingin mengejar mimpi di Amerika, layaknya orang-orang lain,” tutur Hipolito.

Sementara itu, ratusan siswa lain juga menggelar aksi serupa di Seattle, Phoenix, Oakland, El Cerrito, dan Richmond. Di Universitas Texas, ratusan siswa juga dilaporkan berdemonstrasi di kampus mereka.

Unjuk rasa Anti-Trump juga rencananya akan digelar di New York, Boston, Chicago, dan beberapa kota lain di AS. Sebuah laman di jejaring sosial Facebook terpantau sudah mengoordinasikan aksi protes di Union Square Park, Manhattan. Sekitar 8.000 orang berencana hadir.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...