Berita Dunia Islam Terdepan

Aksi Pemuda Muhammadiyah sambut Jokowi digagalkan dan diusir aparat

Suasana di Pusat Dakwah Muhammadiyah menjelang kunjungan Presiden Jokowi, Selasa (8/11/2016). Foto: WA
3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sejumlah aktivis Pemuda Muhammadiyah yang akan melakukan aksi damai menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo ke kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016), berhasil digagalkan bahkan diusir aparat keamanan dari Pusat Dakwah Muhammadiyah. Mereka dihalau keluar dari lingkungan Muhammadiyah hingga ke jalan Menteng Raya 58.

“Kami hanya mau aksi damai,” kata pengurus PP Pemuda Muhammadiyah, Mashuri Mashuda, kepada pers, lansir Rmol.

Karena dilarang, pihaknya tidak melawan. Mereka mengikuti arahan dan permintaan aparat. Namun yang membuat kesal, tidak hanya sejumlah poster diamankan, mereka dihalau ke luar komplek PP Muhammadiyah.

“Tak boleh aksi damai, ok kami turuti. Tapi jangan usir kami. Ini rumah kami,” jelas Mashuri, yang juga anggota Jaringan Saudagar Muhammadiyah ini.

Mashuri menjelaskan mereka sebenarnya tidak melakukan aksi penolakan. Rencananya, mereka menjalankan aksi diam dengan poster yang memuat beragaman tulisan.

“Tulisannya juga tak ada menolak Presiden. Kami hormati tamu dan kami hormati sikap Ayahanda kami di PP Muhammadiyah yang menerima kedatangan Presiden,” tegasnya.

Dia mengingatkan, pada Aksi Bela Islam II Jumat lalu (4/11), ada ribuan warga Muhammadiyah ikut demo ke Istana. Namun, Presiden tidak menemui perwakilan pengunjuk rasa.

“Lah, sekarang dia malah datang kesini. Kami juga heran apa lagi yang akan dibicarakan. Toh, Presiden juga sudah mengundang Muhammadiyah ke Istana hari Selasa pekan lalu,” tandasnya.

Poster yang sedianya mereka bawakan tersebut antara lain berbunyi: “Kami ke Istana, Pak Presiden kemana?”, “Ahok yang menistakan agama, kenapa Pak Presiden yang sibuk?”, “Pemuda Muhammadiyah kawal kasus Ahok”, “Sudah banyak yang dijerat kasus penistaan agama, kenapa Ahok masih bebas,” dan “Berjamaah melawan penista agama.”

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Siswanto yang memakai seragam Kokam juga diminta meninggalkan lingkungan Muhammadiyah. “Petugas keamanan sudah cukup,” kata seorang aparat kepada Siswanto.

Sementara itu Kapolsek Menteng Ronald Purba, memohon kerja sama dari pihak aktivis Pemuda Muhammadiyah. Dia mengatakan pihaknya hanya menjalankan tugas untuk memastikan pengamanan RI 1.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...