Berita Dunia Islam Terdepan

Fitnah Abu Jibriel, MM: Sidney Jones harus dipolisikan!

Sydney Jones
5

JAKARTA (Arrahmah.com) – Majelis Mujahidin (MM) menilai si pengecut Sydney Jones harus dipolisikan terkait omongannya yang memfitnah Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Jibriel. Mengutip Republika nenek Sydney mengatakan beredarnya foto kelompok Jaisy Al Fath di Suriah yang bertuliskan ‘Tangkap Ahok atau Peti Mati Ahok’ bukanlah kelompok ISIS tapi kelompok Al Nusra yang terkait Abu Jibril. Karena anaknya memang pernah tewas di Suriah.

“Bagaimana Sydney Jones membuktikan gambar itu anggota Jabhah Suriah. Jika Sydney tak bisa membuktikannya, berarti yang bikin gambar itu dia sendiri lalu menuduh orang lain, untuk memfitnah demo anti penistaan agama di Indonesia,” terang Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin kepada Arrahmah.com, Selasa (1/11/2016).

Ustadz Irfan mempertanyakan dengan menyebut nama terkait Abu Jibriel, Sidney telah memfitnah warga Indonesia untuk kepentingan siapa?

“Karena itu fitnah Sidney harus dilaporkan ke polisi dan dituntut secara hukum. Apalagi dia pernah diusir dari indonesia, mengapa masih ada disini,” tanyanya.

Selain memfitnah demonstrasi anti Ahok ditunggangi kaum radikal, kata dia, nenek Sidney Jones juga mempertanyakan siapa penyuplai dana bagi demonstrasi.

“Kita bertanya, siapa sponsor dan penyuplai dana Sidney untuk memfitnah gerakan umat Islam yang berdemo di Jakarta.” tanya Ustadz Irfan.

Sebagai pengamat, tambah dia, nalar Sidney Jones sudah menurun kualitasnya, mungkin karena sudah tua.

Majelis Mujahidin memandang demo anti penistaan Al Qur’an merupakan bangkitnya kesadaran umat Islam yang tidak mau Cina kafir menista kitab sucinya. Jadi tidak perlu biaya dari Amerika, umat Islam datang dengan dana sendiri.

“Maka siapapun yang menuduh demo ini ditunggangi pihak tertentu dia harus membuktikannya, apakah fakta atau hanya ilusi kaum munafik. Jika tidak bisa membuktikan, berarti dia telah menghina solidaritas umat Islam dalam membela islam. Dan orang ini patut dicurigai sebagai antek komunis atau kapitalis,” tutupnya lugas.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...