Berita Dunia Islam Terdepan

Warga Rusia khawatir konflik Suriah bisa memicu perang dunia III

Presiden Rusia Vladimir Putin
4

MOSKOW (Arrahmah.com) – Sebuah jajak pendapat menemukan bahwa hampir separuh dari warga Rusia khawatir intervensi Rusia dalam konflik Suriah bisa menyebabkan Perang Dunia III.

Sebagaimana dilansir Independent, Senin (31/10/2016) sebanyak 48% dari warga Rusia mengatakan bahwa mereka khawatir ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Barat bisa tumbuh menjadi Perang Dunia III, sementara 42 persen mengatakan bahwa mereka tidak peduli tentang potensi konflik tersebut.

Sedangkan sisanya, sebanyak 10% mengatakan bahwa pertanyaan itu terlalu sulit untuk dijawab, menurut jajak pendapat terhadap 1.600 responden dari seluruh Rusia yang dilakukan oleh pusat penelitian Levada independen pekan lalu.

Menurut hasil jajak pendapat, sebanyak 32% responden menyatakan bahwa serangan udara Rusia di Suriah telah memberikan citra negatif bagi Rusia secara internasional. Namun, sebanyak 52 persen responden menyatakan tetap mendukung intervensi Rusia di Suriah.

Menanggapi pertanyaan “Apakah Rusia harus melanjutkan intervensinya di Suriah?” sebanyak 49 persen responden menyatakan “ya”, sementara 28 persen menyatakan “tidak”.

Ketika ditanya apakah menurut mereka AS dan negara-negara Barat bisa menemukan kesepamahaman dengan para pemimpin Rusia dan Suriah, 35% mengatakan, mungkin atau sangat mungkin, sementara 39% mengatakan tidak mungkin atau sangat tidak mungkin.

Negara-negara Barat dan kelompok hak asasi manusia menuding pasukan Suriah dan Rusia melakukan serangan membabi buta terhadap warga sipil di negara ini, khususnya di sekitar kota Aleppo yang terkepung.

Tentara Suriah, yang didukung oleh angkatan udara Rusia, telah dituduh menargetkan rumah sakit, toko roti dan daerah-daerah sipil lainnya dalam serangan bom yang menargetkan daerah pejuang oposisi seperti Aleppo timur.

Jenderal AS memperingatkan bahwa perang masa depan antar Barat dan Rusia akan “sangat mematikan dan cepat” dan menghasilkan kekerasan pada skala yang tidak pernah terjadi selama 60 tahun terakhir.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...