Banjir kembali merendam Bandung, Ridwan Kamil meminta maaf

Sejumlah kendaraan terjebak banjir di kawasan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Senin (24/10). Curah hujan yang tinggi dan buruknya drainase menyebabkan kawasan tersebut terendam banjir. (Foto: Antara)
17

BANDUNG (Arrahmah.com) – Hujan deras mengguyur kota Badung, Jawa Barat sepanjang Senin (24/10/2016), membuat jalan utama kota tersebut terendam banjir. Kawasan Pasteur yang paling parah terkena dampaknya. Di sepanjang jalan utama itu, air sudah menutup jalan seperti sungai karena tak terlihat aspal.

Melihat kondisi itu, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil langsung meminta maaf kepada warga melalui akun Twitter pribadinya @ridwankamil, lansir Viva News.

“Hindari Jalan Pasteur sedang banjir. Tim @dbmpkotabdg sudah di TKP. Insya Allah sedang siap-siap dipasang Tol Air seperti Gedebage yang sekarang tidak banjir. Mohon Maaf,” tulis Ridwan Kamil.

Selain di akun Twitter, Wali Kota Bandung tersebut juga melakukan hal serupa di akun Facebook-nya.

“Kami Mohon maaf dengan banjir pasteur/pagarsih yang terjadi. Tim DBMP juga sdh selalu standby di lokasi untuk penyurutan. Sehingga siang tadi surut dalam 2 jam,” ujarnya semalam lewat laman Facebook.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Peduli Lingkungan Jabar M.Q Iswara menuturkan, banjir Kota Bandung sebetulnya sudah diprediksi dan diingatkan bakal terjadi. Hal ini terkait dengan pola pembangunan trotoar dan gorong-gorong yang kurang tepat.

“BPLHD Jabar sudah mengingatkan. Padahal ini baru awal musim penghujan. Kami khawatir nanti saat puncak musim penghujan. Oleh karena itu audit lingkungan di Kota Bandung harus dilakukan. Karena cuaca yang makin sulit diprediksi dan makin tidak bersahabat,” kata Iswara seperti dilaporkan Pikiran Rakyat pada Senin (24/10).

Iswara menyebutkan, banjir cileuncang ini tidak hanya terjadi di Pasteur, Pagarsih, Antapani, dan titik-titik lainnya di pusat kota. Yang juga harus diwaspadai adalah Gedebage. “Karena kawasan tersebut adalah kawasan terendah di Kota Bandung. Dan sekarang ada proyek perumahan dengan luas yang luar biasa, kurang lebih 800 hektare. Walaupun yang sekarang dibangun baru 300 hektare,” lanjutnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.