Pemerintah "Israel" membungkam wartawan atas penembakan yang terjadi di Yerusalem

Pasukan penjajah "Israel" terlihat pada saat aksi solidaritas untuk Misbah Abu Sbeih di kota Al-Ram, Tepi Barat, Yerusalem utara, pada 9 Oktober 2016. (Foto: Anadolu Agency / Shadi Hatem)
18

YERUSALEM (Arrahmah.com) – Empat puluh delapan jam setelah penembakan fatal yang terjadi di Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki, media “Israel” masih dicegak mengungangkapkan identitas pelaku penyerangan, seorang warga Palestina Misbah Abu Sbeih yang berusia 40 tahun.

Pemerintah “Israel” memberlakukan perintah pembungkaman segera setelah serangan itu, dan polisi menginformasikan kepada wartawan bahwa mereka dilarang menerbitkan “semua rincian penyelidikan, nama-nama yang terluka, nama-nama orang yang tewas, dan nama para ‘teroris’.”

Namun, walaupun perintah pembungkaman selama 30 hari itu sedang diberlakukan, nama Abu Sbeih telah menyebar ke seluruh media sosial, awalnya dari sumber-sumber Palestina, dan kemudian ke media internasional.

Selain itu, pihak berwenang juga memperingatkan wartawan bahwa “siapa pun yang melanggar perintah itu akan mendapatkan gugatan.”

Pada bulan Mei, dilaporkan bahwa sejumlah pembungkaman yang dikeluarkan “Israel” selama 15 tahun terakhir jumlahnya telah lebih dari tiga kali lipat. (fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.