Berita Dunia Islam Terdepan

Mulailah dari diri kalian dahulu!

12

(Arrahmah.com) – Bulletin Al-Nafir edisi ke-6, Syawal 1437 Hijriyah, memuat sebuah artikel berjudul “Mulailah dari diri kalian dahulu!” untuk kaum Muslimin, para pendukung dan pengikut kelompok “Daulah Islam” atau Islamic State (IS) yang berbai’at kepada Ibrahim Al-Badri (Abu Bakar Al-Baghdadi), pemimpin kelompok “Daulah Islam” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Berikut terjemahannya.

***

Ibrahim Al-Badri adan orang-orang yang bersamanya membuat kedustaan dengan mengatakan bahwa mereka mengikuti keyakinan yang benar dan bahwa selain dari mereka telah menyimpang. Sementara mereka sendiri lari dari penghakiman syariat. Tidakkan mereka membaca firman Allah Ta’ala?

“Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul (Muhammad), dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman.

Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.

Tetapi, jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada Rasul dengan patuh.

Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, ‘Kami mendengar, dan kami taat.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (An-Nur 47-51)

Apakah mereka tidak membaca firman-Nya?

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa: 65)

Akhirul kalam segala puji hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam.

(aliakram/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...