Apakah kamu faham apa makna dari berbaiat kepada Al-Badri ini?

69

(Arrahmah.com) – Bulletin Al-Nafir edisi ke-5, Ramadhan 1437 Hijriyah, memuat sebuah artikel berisi penegasan mengenai makna berbai’at kepada Ibrahim Al-Badri (Abu Bakar Al-Baghdadi), pemimpin kelompok “Daulah Islam” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Artikel singkat yang diterjemahkan oleh Front Media Islam Global ini merupakan pernyataan yang menegaskan kepada para pendukung Daulah Bathil “IS” mengenai konsekuensi dari tindakan mereka dalam mendukung segala kezhaliman yang Al-Badri perbuat.

***

Kami katakan kepada mereka yang berbai’at kepada Ibrahim Al-Badri: Maka kalian telah ikut terlibat dengan segala kezhalimannya, kejahatannya, dan keekstrimannya. Ketahuilah bahwa Al-Badri tidak akan memberikan manfaat apa-apa kepada kalian ketika kebenaran telah mendatangi kalian.

Jika kalian berbai’at kepada Al-Badri, maka kalian adalah mitranya dalam sikap melarikan diri dari hukuman Syari’at.

Jika kalian berbai’at kepadanya, maka kalian adalah sekutunya dalam setiap kebohongannya yang telah kami bongkar, termasuk kebohongan bahwa kami mendukung “Ikhwanul Muslimin” dan tidak mengkafirkan kaum Syi’ah. Kami adalah musuh kalian hingga hari kebangkitan kelak atas keterlibatan kalian bersama Al-Badri dalam memfitnah kami.

Jika kalian berbaiat kepadanya, maka kalianlah sejawatnya dalam setiap kata-kata yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, bahwa semua yang memerangi mereka adalah telah kafir, tidak peduli jika mereka itu tidak menyadarinya.

Jika kalian berbai’at kepadanya, maka kalianlah partnernya dalam apa yang dideklarasikan oleh juru bicaranya untuk memerangi siapa saja yang ingin menegakkan Syari’at.

Jika kalian berbai’at kepadanya, maka kalian adalah partnernya dalam setiap kutukan, fitnah, dan caci maki yang ia lontarkan terhadap kaum Muslimin termasuk apa yang diucapkan oleh juru bicaranya mengenai Al-Qaeda bahwa mereka adalah seperti pelacur yang mengaku perawan, dan makian para pengikutnya terhadap Taliban, yang mengatakan bahwa Taliban adalah agen intelejen.

Jika kalian berbai’at kepadanya, maka kalian adalah partnernya dalam tindakan membatalkan bai’at dan sumpah yang telah terdokumentasi, yang mana Al-Badri mengetahuinya kalau dia berhutang kepada Allah bahwa Al-Qaeda adalah pemimpinnya.

Jika kalian berbai’at kepadanya, maka kalian adalah partnernya dalam tindakan pembunuhan ribuan mujahidin dan di antara mereka adalah para pemimpin terbaiknya.

Jika kalian membai’atnya, maka kalian adalah partnernya dalam urusan bid’ah penghormatan dan pengaguman serta bid’ah yang mengharuskan untuk meneliti keyakinan para lawan.

Dan jika kalian berbai’at kepadanya, maka kalian telah jatuh ke dalam tindakan mengangkat raja palsu dengan paksaan, dan berdusta atas nama Syura dan kalian seperti dikatakan oleh tuan kami Umar bin Khathab (semoga Allah meridhainya) ketika beliau mewanti-wanti, “Dengan izin Allah, aku akan berdiri di hadapan orang-orang pada malam ini dan akan memperingatkan mereka tentang manusia yang hendak mencabut hak-hak orang lain.”

Kalian adalah sekutunya dalam urusan ini.

Maka persiapkanlah jawaban untuk hari di mana sang sekutu dari sekutunya tidak akan bisa memberi manfaat apapun.

(aliakram/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.