Majelis Mujahidin: Wujudkan kemarahan terhadap Ahok dalam bentuk perlawanan

Ustadz Irfan S. Awwas
18

JAKARTA (Arrahmah.com) – Terkait mulut Ahok yang menghina agama Islam, Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Ustadz Irfan S. Awwas meminta umat Islam mewujudkan kemarahannya dalam bentuk perlawanan.

“Taati perintah Allah, jangan pilih orang Yahudi dan Nasrani jadi Presiden, Gubernur, Bupati, Wali Kota,” katanya dalam pesan pendeknya kepada redaksi.

Karena menurutnya, secara diagnose politik, diantara kelemahan umat Islam adalah cepat marah melihat kemungkaran tapi lemah dalam melakukan perlawanan. Umat Muslim marah dengan ucapan Ahok, karena, kata dia, siapa yang dibuat marah karena agamanya, tapi dia tidak marah, maka dia adalah keledai.

“Jika Ahok melecehkan Al Qur’an dengan mengatakan, ‘pilih saya tinggalkan Quran surat Al Maidah ayat 51’ memang begitu karakter orang kafir,” jelas Ustadz Irfan.

Dia menekankan agar kaum Muslimin mewujudkan kemarahannya dalam bentuk perlawanan dengan menaati perintah Allah, yakni jangan pilih orang Yahudi dan Nasrani jadi presiden, gubernur, bupati, wali kota dan seterusnya.

“Tinggalkan ajakan Ahok dengan tidak memilihnya jadi gubernur DKI. Agar kemarahan kita lebih produktif,” pungkasnya.

Diketahu bersama Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman di dalam Al Quran: “Wahai kaum mukmin, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin kalian. Mereka itu menjadi pemimpin bagi sesama mereka. Siapa saja di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, dia termasuk golongan kafir. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum Yahudi dan Nasrani yang berbuat zhalim.” (QTT, Al Maidah ayat 51)

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.