Hina Islam, Pemuda PUI: Perkataan Ahok kotor dan melukai perasaan umat Islam

Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI)
26

JAKARTA (Arrahmah.com) – Basuki (Ahok) yang disebutkan para pendukungnya anti SARA justru menabuh genderang isu SARA. Ini tampak pada pernyataan Ahok yang menghina ayat Al-Qur’an surat al-Maidah ayat 5, Rabu (28/9/2016), hingga banyak menuai kecaman umat Islam dan praktisi HAM.

Tak luput, Pengurus Pusat Pemuda PUI. Ketua Umum Raizal Arifin turut mengutuk keras penistaan terhadap ayat Al-Qur’an oleh mulut Ahok.

“Perkataan Ahok sudah kelewatan. Ia telah merusak kebhinekaan yang dijaga selama ini. Sekarang kita semakin tahu siapa Ahok sesungguhnya. Sebagai pejabat, perkataan ini jelas kotor dan melukai perasaan umat Islam,” kata dia dalam rilis media Jum’at (7/10).

Ucapan Ahok seperti dalam youtube Pemprov DKI Jakarta sangat jelas ungkapannya. Antara diksi dan kalimat tidak dipenggal. Ia menilai umat Islam dibohongi dengan surat Al-Maidah ayat 5. Hal ini menunjukkan bahwa Ahok adalah orang yang arogan, menyerang ajaran agama dan memprovokasi SARA. Padahal, Ahok bisa mencari ungkapan ungkapan yang mendamaikan, bukan mengundang antipati. Calon gubernur seharusnya mengedepankan nilai-nilai demokrasi yang sejuk.

Terlepas dari hiruk pikuk politik DKI Jakarta. Pemuda PUI memberikan dukungan kepada siapa pun untuk mempolisikan Ahok.

“Ini pembelajaran mahal bagi Ahok dan para pendukungnya. Kepolisian harus segera menindaknya agar terhindar dari konflik horizontal yang lebih kompleks. Begitu pun Komnas HAM secepatnya mengambil tindakan tegas dalam kasus ini,” tegas Raizal.

Adapun Sekretaris Jendela Pemuda PUI Kana Kurniawan menghimbau kepada warga DKI Jakarta yang menghadapi hajat demokrasi harus selektif memilih kandidat gubernur.

“Perkataan Ahok merupakan peringatan tentang adanya problem kepribadian kandidat yang harus diperhatikan. Umat Islam Jakarta secara khusus tidak membalasnya dengan sikap serupa. Tetap harus bersikap yang mengedepankan nilai-nilai Islam penuh kasih sayang dan cinta persatuan. Harus menjadi momentum persatuan umat, tidak terpecah demi kemajuan bangsa. Lihat agenda keummat harus menjadi bagian penting dari demokrasi ini,” kata dia.

(azmuttaqin/*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.