Berita Dunia Islam Terdepan

IIA mengancam akan menyerang gedung pengadilan jika pemerintah boneka Afghanistan mengeksekusi Anas Haqqani

Anas Haqqani dan Qari Abdul Rasheed atau Hafiz Rasheed. (Foto: Dokumen NDS via Khaama Press)
4

KABUL (Arrahmah.com) – Imarah Islam Afghanistan (IIA) mengancam akan menyerang gedung pengadilan jika pemerintah boneka Afghanistan mengeksekusi Anas Haqqani, saudara dari wakil amir IIA yang juga merupakan pemimpin operasional dari Jaringan Haqqani.

Anas Haqqani ditangkap pada tahun 2014 bersama dengan Qari Abdul Rasheed Omari, komandan militer Mujahidin untuk Afghanistan selatan, lansir LWJ pada Selasa (6/9/2016).

“Terakhir kali setelah eksekusi tahanan politik, banyak instalasi peradilan yang diserang, memberikan pukulan berat bagi pemerintah,” ujar IIA dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya, Voice of Jihad.

“Jika pengadilan yang lebih tinggi juga menegakkan hukuman mati untuk Anas Haqqani, itu akan memiliki konsekuensi yang sangat berbahaya untuk rezim saat ini,” lanjut pernyataan IIA.

“Perang dan intensitasnya akan meningkat di seluruh wilayah. Banyak darah akan tumpah dan rezim akan bertanggung jawab untuk itu semua.”

Sebuah pengadilan di Afghanistan menjatuhkan hukuman mati kepada Anas pada Agustus lalu, lapor Zee News.

Anas adalah putra dari Jalaluddin Haqqani, pendiri Jaringan Haqqani yang menjabat sebagai anggota dari Dewan Shura IIA. Saudara Anas, Sirajuddin Haqqani, adalah salah satu dari wakil amir IIA yang dipilih pada Mei 2016.

Pada Oktober 2014, Direktorat Keamanan Nasional (NDS), dinas intelijen Afghanistan, mengklaim telah menangkap Anas dan Rasheed dalam operasi khusus di provinsi Khost. NDS mengatakan bahwa Anas memiliki keahlian khusus di bidang komputer dan dianggap sebagai salah satu pemikir Jaringan Haqqani dalam membuat propaganda melalui jaringan sosial.

Pada saat penangkapan mereka, IIA mengatakan bahwa Anas dan Rasheed ditahan oleh AS di Bahrain dan ditransfer ke Qatar dan kemudian ke Afghanistan dan berada dalam tahanan NDS.

IIA menyatakan bahwa Anas tidak terlibat dalam kegiatan IIA. IIA menyatakan bahwa Anas adalah mahasiswa biasa di tahun terakhir yang tidak memiliki afiliasi dengan gerakan politik apapun. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...