Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin IIA kembali kuasai sebuah distrik di provinsi Kunduz

Polisi boneka Afghanistan berpatroli di luar kota Kunduz. (Foto: Reuters)
3

KUNDUZ (Arrahmah.com) – Ratusan pejuang Imarah Islam Afghanistan (IIA) telah mengambil alih sebuah distrik di provinsi Kunduz, Afghanistan utara saat pertempuran sengit dengan pasukan boneka Afghanistan terus berlangsung.

Setelah pertempuran selama tiga hari berturut-turut, pejuang IIA mengambil alih 65-70 persen dari distrik Qala-e-Zal, klaim pejabat boneka Afghanistan pada Rabu (20/7/2016) seperti dilansir Al Jazeera.

“Beberapa bagian dari distrik telah jatuh ke tangan Taliban (baca: IIA), namun pasukan keamanan kami memerangi mereka kembali,” klaim Mahmoud Danish, seorang juru bicara gubernur Kunduz mengatakan kepada Al Jazeera.

Namun dalam pernyataannya, IIA mengatakan bahwa seluruh distrik telah jatuh ke tangan mereka.

Nabi Ghichi, komandan polisi setempat mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan Taliban dimulai pada Senin pagi, memperingatkan bahwa ia hanya memiliki dukungan logistik yang sedikit untuk mendorong pejuang IIA keluar dari distrik.

“Sebagian besar dari rumah penduduk telah kosong karena banyak yang melarikan diri dari konflik yang berlangsung di distrik ini,” ujar Ajma, seorang jurnalis lokal mengatakan kepada Al Jazeera.

“Sepertinya pertempuran akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Menurut klaim pejabat boneka Afghanistan, Kunduz merupakan salah satu provinsi paling “stabil” di negara itu. Ibukota Kunduz pernah jatuh ke tangan IIA dalam waktu yang singkat sebelum para pejuang IIA mundur dari kota tersebut.

Presiden negara penjajah AS, Barack Obama mengumumkan awal bulan ini bahwa ia berencana untuk menyisakan 8.400 personil AS di Afghanistan, jumlah yang sedikit lebih banyak dari rencana sebelumnya.

Menanggapi pengumuman Obama, juru bicara IIA, Zabiullah Mujahid mengatakan: “Apakah AS memutuskan untuk tetap menyisakan tentara atau tidak, apakah jumlahnya lebih banyak atau tidak, kami akan terus melawan mereka.”

IIA menolak klaim yang mengatakan bahwa kelompoknya telah melemah setelah transisi kepemimpinan. Mereka mengatakan bahwa mereka menghentikan operasi militer sementara waktu karena bulan suci Ramadhan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...