Berita Dunia Islam Terdepan

Foto: Ketika kebahagiaan warga Suriah yang tengah menerima bantuan kemanusiaan berubah menjadi tangisan pilu

Kiri: Ghazal (4) berpose ketika bantuan Bulan Sabit Merah tiba di kawasan Doma, Damaskus, beberapa menit sebelum pasukan rezim Nushairiyah menembakkan peluru mortir pada 6 Mei 2015. Kanan: Ghazal berlari dari ledakan bersama kakak perempuannya, Judy (7), yang menggendong Suhair, bayi berusia 8 bulan. (Foto: Bassah Khabieh / Reuters)
7

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Konvoi bantuan kemanusiaan dari Bulan Sabit Merah yang membawa bantuan medis dan perlengkapan untuk dukungan psikologis kepada anak-anak yang terkena dampak perang, tiba di kawasan Douma, Damaskus, Suriah (6/5/2015).

Fotografer dari kantor berita Reuters, Bassam Khabieh, mengabadikan momen tersebut.

“Setiap kali konvoi bantuan memasuki Ghouta Timur, anak-anak akan berkumpul di sekitarnya. Mereka senang akan adanya bantuan makanan dan obat-obatan. Anak-anak biasanya meminta saya untuk memotret mereka sehingga mereka bisa melihat diri mereka sendiri di layar kamera,” ungkap Bassam Khabieh, sebagaimana dikutip dari TheAtlantic.com.

“Pertama saya mengambil foto Ghazal. Lalu kakak perempuannya, Judy, yang menggendong bayi bernama Suhair, meminta saya untuk memotret dirinya yang tengah mencium adik bayinya.”

“Sementara saya mengambil foto-foto itu, sebuah granat mendarat di wilayah kami. Anak-anak mulai berteriak dan menangis di tengah debu dan darah di sekitar mereka. Granat itu membunuh seorang relawan perempuan dari Bulan Sabit Merah. Anak-anak ketakutan, terutama ketika mereka melihat relawan perempuan bersimbah darah.”

“Ini adalah pertama kalinya saya melihat bagaimana tawa polos anak-anak bisa berubah menjadi jeritan, rasa takut, dan air mata. Beberapa detik sebelum serangan, anak-anak melihat saya dengan dengan bahagia, bersiap-siap untuk dipotret.”

“Ini adalah momen paling menyedihkan ketia saya mengambil gambar dari anak-anak yang tertawa, kemudian ketika saya melihat kembali setelah memotret, saya melihat anak-anak yang sama menangis dan kebingungan.”

Pejuang tengah berjalan melewati sebuah konvoi Bulan Sabit Merah yang membawa bantuan medis dan kemanusiaan untuk didistribusikan di kawasan Douma, Damaskus, pada 6 Mei 2015.
Pejuang tengah berjalan melewati sebuah konvoi Bulan Sabit Merah yang membawa bantuan medis dan kemanusiaan untuk didistribusikan di kawasan Douma, Damaskus, pada 6 Mei 2015.
Pejuang tengah berjalan melewati sebuah konvoi Bulan Sabit Merah yang membawa bantuan medis dan kemanusiaan untuk didistribusikan di kawasan Douma, Damaskus, pada 6 Mei 2015.
Pejuang tengah berjalan melewati sebuah konvoi Bulan Sabit Merah yang membawa bantuan medis dan kemanusiaan untuk didistribusikan di kawasan Douma, Damaskus, pada 6 Mei 2015.
Pejuang berdiri di dekat aktivis Bulan Sabit Merah yang tengah membongkar bantuan medis dan kemanusiaan.
Pejuang berdiri di dekat aktivis Bulan Sabit Merah yang tengah membongkar bantuan medis dan kemanusiaan.
Aktivis Bulan Sabit Merah membongkar paket bantuan di Douma.
Aktivis Bulan Sabit Merah membongkar paket bantuan di Douma.
Ghazal (4) tengah tersenyum beberapa menit sebelum pasukan rezim Nushairiyah menembakkan peluru mortir di Douma, 6 Mei 2015.
Ghazal (4) tengah tersenyum beberapa menit sebelum pasukan rezim Nushairiyah menembakkan granat di Douma, 6 Mei 2015.
Kakak perempuan Ghazal, Judy (7), menggendong Suhair yang berusia 8 bulan.
Kakak perempuan Ghazal, Judy (7), menggendong Suhair yang berusia 8 bulan.
Beberapa menit setelah dipotret dan melihat foto mereka sendiri di kamera, Ghazal, Judy, dan Suhair berlari ketakutan akibat ledakan granat yang  diluncurkan oleh pasukan rezim Asad.
Beberapa menit setelah dipotret dan melihat foto mereka sendiri di kamera, Ghazal, Judy, dan Suhair berlari ketakutan akibat ledakan granat yang diluncurkan oleh pasukan rezim Asad.
Suasana bahagia seketika berubah menjadi mencekam.
Suasana bahagia seketika berubah menjadi mencekam.
Aktivis Bulan Sabit Merah menggotong rekan mereka yang terbunuh oleh serangan rezim Nushairiyah di Douma, 6 Mei 2015.
Aktivis Bulan Sabit Merah menggotong rekan mereka yang terbunuh oleh serangan rezim Nushairiyah di Douma, 6 Mei 2015.
Seorang anak perempuan mendapatkan perawatan medis setelah serangan yang terjadi selama kunjungan Bulan Sabit Merah yang membawa bantuan medis dan kemanusiaan.
Seorang anak perempuan mendapatkan perawatan medis setelah serangan yang terjadi selama kunjungan Bulan Sabit Merah yang membawa bantuan medis dan kemanusiaan di Douma.

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...