Berita Dunia Islam Terdepan

Pengungsi Rohingya di Myanmar menerima paket bantuan Ramadhan dari OKI

Lebih dari 1.100 keluarga yang tinggal di Sittwe, negara bagian Rakhine, Myanmar, menerima bantuan," kata Dr Syed Hamid Albar, presiden HUMANiTi Malaysia dan Utusan Khusus OKI untuk Myanmar. (Foto: Arab News).
8

JEDDAH (Arrahmah.com) – Lebih dari 1.100 keluarga Rohingya yang mengungsi dari rumah mereka di Myanmar menerima bantuan pangan dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) selama bulan Ramadan, ungkap organisasi yang berbasis di Jeddah itu, sebagaimana dilansir Arab News, Senin (27/6/2016).

Dalam pernyataan pers, OKI mengatakan telah mendistribusikan lebih dari 550 karung beras (tiap karung berisi 50 kg) melalui organisasi non-pemerintah HUMANiTi Malaysia selama bulan Ramadan.

“Lebih dari 1.100 keluarga yang tinggal di Sittwe, negara bagian Rakhine, Myanmar, menerima bantuan,” kata Dr Syed Hamid Albar, presiden HUMANiTi Malaysia dan Utusan Khusus OKI untuk Myanmar.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif yang diluncurkan oleh Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani untuk memastikan kebutuhan dasar dan jasa, termasuk medis dan pendidikan disediakan untuk pengungsi Rohingya, ungkap pernyataan itu.

“Awal bulan ini, Madani melalui HUMANiTi menyelenggarakan iftar Ramadhan dan distribusi bantuan bagi para pengungsi di Malaysia,” katanya.

Syed Hamid mengatakan bahwa OKI bertekad untuk membantu para pengungsi internal (IDP) dan pengungsi yang tinggal di kamp-kamp untuk mendapatkan akses dasar ke kebutuhan hidup serta mencoba untuk mendirikan kantor di Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang akan bermanfaat bagi semua pengungsi, terlepas dari latar belakang etnis.

Dalam laporan terbaru bulan lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan bahwa jumlah pengungsi di Rakhine, sebagian besar orang Rohingya, sekarang berjumlah sekitar 120.000.

Mereka adalah diantara 145.000 orang yang mengungsi selama kekerasan antar-komunal di negara bagian barat Myanmar pada tahun 2012, di mana sekitar 20.000 rumah dibakar.

UNHCR mengatakan bahwa sejauh ini hanya ada 25.000 pengungsi yang telah meninggalkan tempat penampungan sementara mereka untuk membangun kembali rumah mereka sendiri melalui sebuah proses yang dipimpin oleh pemerintah Myanmar.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...