Berita Dunia Islam Terdepan

Madrasah tahfiz online diluncurkan

membaca Al-Quran-di gadget
5

SLEMAN (Arrahmah.com) – Aplikasi madrasah tahfiz online (MTO) diluncurkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, Yogyakarta, guna meningkatkan aktivitas hafalan Alquran di Kabupaten Sleman.

Kepala Kemenag Sleman, Lutfi Hamid menuturkan, aplikasi ini diterapkan di semua jenjang pendidikan madrasah, meliputi madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA).

“Program ini bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan program tahfiz di madrasah agar berjalan lebih baik lagi,” katanya dikutipo dari Republika.co.id, Ahad (26/6/2016).

Salah satu instrumen yang digunakan berupa aplikasi E-Tahfidz yang bisa diakses secara online melalui website Kemenag Sleman. Selain diakses melalui PC komputer, aplikasi ini juga dapat diakses dismartphone.

Lutfi mengemukakan, inovasi merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindari agar program yang ada bisa semakin berkembang. Di sisi lain, ide-ide progresif juga mesti diimplementasikan secara riil dan berkesinambungan.

“Inovasi ini (MTO) merupakan tindakan yang wajib dilakukan agar program yang sedang berlangsung bisa terus berjalan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya. Ia melanjutkan, aplikasi berbasiswebsite ini dirancang untuk memudahkan guru dalam pembimbing dan melaporkan perkembangan hafalan Alquran murid-muridnya.

Di sisi lain, admin di Kemenag Kabupaten bisa melakukan monitoringperkembangan masing-masing madrasah melalui hasil rekapan yang dapat diakses via internet. Sehingga nantinya, Kemenag bisa memberikan pembinaan secara tepat berupa apresiasi bagi madrasah yang aktif, maupun teguran bagi madrasah yang pasif.

Selain itu, aplikasi E-Tahfidz juga memungkinkan untuk dikembangkan sebagai forum diskusi online antara guru pembimbing tahfiz sebagai wahana berbagi informasi dalam pelaksanaan madrasah tahfiz. Lutfi menyampaikan, dalam waktu dekat Kemenag Sleman akan menyelenggarakan simulasi dan bimbingan teknis untuk penerapan MTO.

“Pesertanya ya guru-guru tahfiz dan guru agama. Nanti mereka akan diberi password untuk mengakses MTO,” tutur Lutfi.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...