Berita Dunia Islam Terdepan

Guru Suriah selamatkan 13.000 jiwa dalam 5 tahun konflik Suriah

Perang di Suriah menggunakan semua jenis senjata, termasuk senjata kimia. (Foto: WB)
4

ALEPPO (Arrahmah.com) – Seorang guru Suriah membentuk tim relawan untuk pencarian dan penyelamatan orang yang terjebak reruntuhan. Setidaknya 13.000 orang telah diselamatkan, dan 9.000 mayat telah ditemukan dalam lima tahun terakhir perang Suriah.

Bibars Meshal (28) merupakan seorang guru sastra di Aleppo yang bergabung dengan operasi dan penyelamatan setelah perang dimulai pada tahun 2011.

Meshal mengungkapkan, ia dulu berencana untuk melarikan diri dari negaranya lima tahun lalu, namun sebuah insiden membuatnya berubah pikiran.

“Saya membantu dalam pencarian dan penyelamatan di bawah sebuah bangunan yang hancur. Tiba-tiba seorang anak berusia sekitar 1 atau 2 tahun ditemukan. Aku mengambil anak itu, ia tidak menangis, hanya menatapku dengan mata hitam seperti yang mencoba untuk mengatakan sesuatu,” paparnya, sebagaimana dilansir World Bulletin (21/6/2016).

Selepas insiden itu, Meshal berubah pikiran, membentuk unit penyelamatan pemuda relawan Suriah dan mulai pencarian dan penyelamatan. Meshal mengatakan timnya telah menyelamatkan ribuan nyawa dan menyaksian ribuan kematian.

“Ini adalah perang yang ganas. Semua jenis senjata, termasuk senjata kimia, yang digunakan di sini. Kadang-kadang kami membawa mayat seseorang yang baru saja berbicara dengan kami beberapa menit yang lalu.”

Tim penyelamat membentuk semacam nirkabel yang membantu mereka untuk mencari tahu tentang insiden apapun segera dan untuk mencapai tempat kejadian segera, tetapi kurangnya peralatan teknologi menyebabkan kesulitan dalam pekerjaan mereka.

Meshal mengatakan mereka tidak memiliki perangkat elektronik untuk mengidentifikasi elemen-elemen di bawah reruntuhan, sehingga mereka menggunakan tangan mereka untuk menggali reruntuhan dan mengangkat mereka.

Dia menambahkan bahwa ada banyak daerah di Aleppo dimana bom menunggu untuk meledak.

“Lebih banyak anak akan mati di Aleppo, perang tampaknya tidak akan lekas berakhir. Tetapi jika perang berhenti suatu hari, kita semua harus direhabilitasi,” katanya. (fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...