Berita Dunia Islam Terdepan

Fadli Zon: Ekonomi Bung Hatta masih sangat relevan diterapkan saat ini

Potret ketimpangan ekonomi di Indonesia. Foto: Net
3

DEPOK (Arrahmah.com) – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sekaligus pengagum Bung Hatta menilai gagasan ekonomi Bung Hatta masih sangat relevan diterapkan pada masa saat ini. Menurutnya Bung Hatta berpegang bagaimana rakyat menjadi pusat ekonomi atau people center economy. Bukan sekedar pembangunan, infrastruktur tetapi bagaimana ekonomi rakyat meningkatkan gagasan ekonomi.

Fadli meraih nilai A dengan predikat sangat memuaskan dalam sidang promosi Doktor di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Fadli Zon menjadi Doktor Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) dengan tema disertasi “Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Mohammad Hatta 1926 – 1959”.

“Sangat relevan. Koperasi BUMN satu hal yang ditugaskan diwajibkan UUD 1945 harus dilaksanakan. Di dalam pelaksanaannya namun di tingkat operasionalisasinya mengalami banyak kemunduran,” tegasnya di Pusat Studi Jepang UI, Senin (20/6/2016), lansir Okezone.

Dia menilai Bung Hatta dibesarkan secara demokratis dan religius, peduli nasib rakyat. Dengan kental tradisi budaya Minangkabau, gagasan Bung Hatta banyak sekali mengaplikasikan satu local wisdom sendiri.

“Sakit di kita sakit juga di orang, enak di kita, enak juga di orang. Sama–sama rasa, sama–sama sakit, sama–sama senang, sama–sama susah. Tradisi Minangkabau mempengaruhi Bung Hatta. Saya sebagai Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra juga banyak memperjuangkan pemikiran Bung Hatta dalam manifesto Partai Gerindra. Bukan semata–mata pada pemikiran gagasan,” tegasnya.

Fadli menjelaskan seharusnya kita kembali kepada ekonomi rakyat memberdayakan rakyat. Kesenjangan sosial saat ini menurutnya semakin lebar.

“Jadi rakyat yang menjadi tenaga utama ekonomi kita, bukan ekonomi untuk rakyat saja. Sehingga koperasi itu dibentuk sebagai usaha untuk menghimpun para anggotanya kemudian mereka berusaha dan menjalankan kegiatan ekonomi untuk kemakmuran. Tapi kita melihat koperasi kita tidak berjalan optimal, sedangkan di luar negeri koperasi berjalan dengan majunya. BUMN masih meminta penyertaan modal negara. BUMN harusnya menyumbangkan banyak dana untuk APBN. UKM salah satu contoh kegiatan ekonomi rakyat,” tutupnya.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...