Berita Dunia Islam Terdepan

UEA: Perang Yaman telah berakhir bagi pasukan kami

Peta Yaman. (Foto: Al Jazeera)
10

ABU DHABI (Arrahmah.com) – Uni Emirat Arab mengatakan bahwa perang telah berakhir di Yaman untuk pasukannya, meskipun mungkin para tentaranya akan terus berada di sana untuk “operasi kontra-terorisme”.

Sheikh Muhammad bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi dan wakil komandan tertinggi angkatan bersenjata UEA, mengumumkan hal tersebut di akun Twitter-nya pada Rabu (15/6/2016) malam, lansir Al Jazeera pada Kamis (16/6).

Dia mengutip pernyataan Anwar Gargash, menteri muda UEA untuk urusan luar negeri, yang memberikan pidato yang menyatakan bahwa perang di Yaman telah berakhir untuk pasukan UEA.

“Sudut pandang kami hari ini adalah jelas: perang telah berakhir bagi pasukan kami, kami memantau pengaturan politik, pemberdayaan warga Yaman di daerah yang telah dibebaskan”.

Pernyataan itu juga mengatakan, terbuka kemungkinan bahwa pasukan Emirat akan tetap berada di negara Semenanjung Arab, di mana mereka beroperasi di provinsi Hadramaut dan kota pelabuhan Aden.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi tidak segera memberikan komentar terkait pengumuman tersebut.

Dalam pidatonya, Gargash membela keputusan UEA untuk pergi berperang di Yaman, mengatakan bahwa semua cara politik telah habis dalam krisis Yaman dan bahwa gangguan dari Iran dan dukungannya untuk Houtsi harus ditindak dengan tegas.

“Peran militer telah berakhir,” ujar seorang pengamat militer UEA, Riad Kahwaji, mengatakan kepada Al Jazeera dari Dubai.

“Sekarang konflik Yaman telah diselesaikan melalui cara-cara politik. Operasi koalisi telah ‘mencapai’ tujuan mereka,” klaimnya.

UEA merupakan anggota paling aktifdari koalisi pimpinan Saudi yang melakukan aksi militer di Yaman lebih dari satu tahun dengan dalih untuk membantu pasukan yang setia kepada pemerintah Mansour Hadi yang diakui oleh negara-negara Barat dan Arab dalam memerangi milisi Syiah Houtsi yang menduduki ibukota Sana’a dan ingin menggulingkan pemerintahan.

Para pejabat Yaman mengatakan kepada AP bahwa pasukan Emirat masih menjaga bandara dan istana presiden di Aden pada Rabu (15/6). (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...