Berita Dunia Islam Terdepan

Angka kematian pengungsi Mediterania mendekati 3.000 pertengahan tahun ini

epaselect epa04897715 Migrants from Syria cross the border between Serbia and Macedonia near the southern Serbian village of Miratovac, travelling on foot from Macedonia to Presevo in Serbia, 25 August 2015. As the EU attempts to deal with an increase of people crossing the Mediterranean mainly to Italy and Greece, many are choosing the alternative land route through countries in the east of Europe. EPA/DJORDJE SAVIC +++(c) dpa - Bildfunk+++
6

JENEWA (Arrahmah.com) – Kedatangan pengungsi Mediterania di Eropa tahun ini telah mencapai 200.000, di mana korban tewas akibat perjalanan laut pengungsi mendekati 3.000, ungkap Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Selasa (7/6/2016).

“Angka kematian sepanjang tahun ini adalah 2.809, dibandingkan dengan 1.838 pada enam bulan pertama 2015,” kata juru bicara IOM Joel Millman dalam konferensi pers di Jenewa, lansir WB.

Menurut kelompok itu, 376 pengungsi meninggal di Laut Aegea antara Turki dan Yunani sepanjang tahun ini, dan 2.427 pengungsi meninggal ketika mencoba untuk mencapai Italia dari Afrika Utara, terutama dari Libya.

Sekitar 206.400 pengungsi tiba di Eropa tahun ini, dengan 156.782 dari mereka mencapai Yunani dari Turki dan 48.527 dari mereka tiba di Italia, ungkap IOM.

Setelah kesepakatan Uni Eropa-Turki pada pengungsi yang dicapai bulan Maret ini, pengungsi Afrika sebagian besar bergeser ke rute Italia, yang paling mematikan di Mediterania.

Kesepakatan Uni Eropa-Turki bertujuan untuk mencegah migrasi yang tidak teratur melalui Aegean dengan mengambil langkah-langkah yang lebih ketat terhadap penyelundup manusia dan memperbaiki kondisi pengungsi Suriah di Turki.

Percepatan tawaran keanggotaan dan bebas visa wisata UE Turki untuk warga Turki dalam wilayah Schengen, dengan syarat bahwa Ankara menyepakati 72 persyaratan yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...