KPAI: 2000-an anak di Jakarta menjadi korban kekerasan seksual

66

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ratusan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa menggelar kegiatan nonton bareng film ‘Trust’ di Balai Kota, Jakarta. Film ‘Trust’ berkisah tentang seorang anak perempuan 14 tahun yang menjadi korban pelecehan seksuai oleh teman chatnya di internet.

Tutur hadir dalam acara nonton bareng ini perwakilan dari KPAI, Kemenkominfo, dan dari ICT Watch. Film yang berlatar belakang Amerika Serikat tersebut berdurasi sekitar 2 jam.

Iklan

Ketua Divisi Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi KPAI Maria Advianti menjelaskan, apa yang dialami gadis 14 tahun bernama Annie tersebut banyak terjadi di Indonesia. Kekerasan seksual terjadi tak hanya di ruang chat room atau media sosial, tapi berlanjut ke dunia nyata.

“Kejadian seperti Annie ini bukan hanya cerita, hal ini di dunia nyata juga terjadi. Kekerasan juga tidak hanya online. Juga berlanjut di dunia nyata,” kata Maria di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2016), lansir detiknews..

“Kalau dari data KPAI, ada 6 kota wilayah di Jakarta, dari kota-kota wilayah itu rata-rata ada 400 anak yang menjadi korban kekerasan seksual, baik melalui online ataupun offline,” lanjutnya.

Maria mengatakan bahwa saat ini ada dua upaya penting yang harus dilakukan. Pertama bagaimana mencegah agar tidak semakin banyak anak-anak yang menjadi korban, dan kedua bagaimana memperlakukan para korban dengan benar.

“Banyak yang penanganannya kurang baik. Selain itu kekerasan seksual juga tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, banyak juga terjadi antar orang yang pacaran. Penting bagaimana remaja-remaja kita melindungi dirinya sendiri dari pengaruh free sex dan pengaruh-pengaruh negatif media online,” tutur Maria.

Mengenai kasus kekerasan seksual terhadap anak, Pemprov DKI memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). P2TP2A adalah pusat kegiatan terpadu yang menyediakan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang meliputi pelayanan informasi, konsultasi psikologis dan hukum, pendampingan dan advokasi, serta pelayanan medis dan rumah aman melalui rujukan. Semua pelayanan tersebut diberikan secara gratis.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya