Aksi unjuk rasa kelompok anti-Islam di Belgia berakhir bentrok dengan polisi

Para pengunjuk rasa memegang spanduk selama aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh gerakan xenofobia Jerman dan gerakan anti-Islam PEGIDA, pada 23 April 2016, di Antwerpen, Belgia. (Foto: Luc Claesen / AFP)
9

ANTWERPEN (Arrahmah.com) – Aksi unjuk rasa dari aktivis gerakan anti-Islam PEGIDA di kota Antwerpen, Belgia, berakhir bentrok dengan polisi, sementara satu pengunjuk rasa ditangkap karena melakukan hormat Nazi.

Setidaknya 400 pendukung PEGIDA menggelar aksi demonstrasi menentang membuka perbatasan bagi para pencari suaka di Hendrik Conscience Square di pusat kota pada Sabtu malam, lansir RT (24/4/2016).

“Dengan gerakan ini kami ingin menutup perbatasan (untuk pengungsi) dan kami menuntut untuk menghentikan Islam,” salah satu demonstran mengatakan kepada surat kabar Nieuwsblad. “Ini jelas Islam mampu membuat hidup kita berada dalam bahaya.”

Setelah berpidato dan melewati kota, massa demonstran mulai bentrok dengan polisi. Laporan mengatakan salah satu demonstran menghancurkan jendela toko dengan benderanya.

Sementara, media lokal melaporkan, seorang pria ditangkap selama protes setelah ia mencoba menghadapi para demonstran dengan kapak.(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.