Warga Ghautah Timur berharap rezim Asad menghormati "gencatan senjata"

Ghautah Timur
18

GHAUTAH (Arrahmah.com) – Dewan Lokal dari kawasan Ghautah Timur yang diperangi yang terletak di dekat Damaskus memperingatkan meningkatnya krisis kemanusiaan saat pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad meningkatkan serangan udara dan darat, menyerukan masyarakat internasional untuk melestarikan kesepakatan “gencatan senjata” yang ditengahi oleh PBB, menurut pernyataan yang dikeluarkan pada jum’at (22/4/2016).

Pernyataan itu mengatakan sedikitnya 2.500 keluarga di pinggiran Ghautah menghadapi kondisi hidup yang terus memburuk setelah tiga tahun pengepungan parah, ujar laporan Reuters.

Kesepakatan “gencatan senjata” mulai berlaku pada 27 Februari dan memberi sedikit harapan untuk memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah-wilayah yang terkepung meskipun rezim Asad melakukan lebih dari 2.000 pelanggaran.

Dewan Lokal juga meminta badan-badan bantuan PBB untuk memberikan bantuan darurat dan obat-obatan ke kota-kota yang terkepung di timur Damaskus.

Perang Suriah yang telah berlangsung lebih dari lima tahun, menurut pernyataan Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk Suriah, telah membunuh lebih dari 400.000 orang. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.