Turki desak negara-negara Muslim untuk mengakui Kosovo

Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus.
25

PRISTINA (Arrahmah.com) – Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus pada Jum’at (22/4/2016) menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk mengakui Kosovo.

Kurtulmus melakukan kunjungan resmi ke ibukota Kosovo Pristina untuk menggelar sejumlah pertemuan.

“Pengakuan Kosovo akan menambah kekuatan dunia Islam,” ungkapnya setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Hashim Thaci dan Ketua Parlemen Kadri Veseli, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

“Kami memandang Kosovo sebagai salah satu negara yang memiliki ikatan emosional dengan Turki,” kata Kurtulmus. “Di sini kita, sekali lagi, menyerukan kepada semua negara Muslim untuk mengakui kemerdekaan Kosovo secepat mungkin.”

“Kosovo adalah negara Eropa yang pada saat yang sama memiliki budaya Islam yang besar, oleh karena itu Kosovo adalah salah satu negara Muslim yang paling penting di dunia barat,” kata Kurtulmus.

Kurtulmus juga menekankan bahwa orang-orang Turki dan lembaga-lembaga negara selalu mendukung Kosovo.

“Kami menggunakan semua fasilitas yang kami miliki untuk pengembangan Kosovo, revitalisasi warisan Utsmani, pengembangan nilai-nilai budaya kita bersama,” kata Kurtulmus.

Kurtulmus pada Sabtu (23/4) akan berpartisipasi dalam upacara pembukaan sebuah masjid yang direnovasi oleh TIKA [Badan Pengembangan dan Kerjasama Internasional Turki) di Janjevo di bagian tenggara Kosovo sebelum menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan untuk memperingati Hari libur Nasional Turki Kosovo 23 April.

Kosovo adalah bekas provinsi Serbia dengan penduduk hampir 1,8 juta orang, lebih dari 90 persen di antaranya adalah orang Albania Kosovo.

Kosovo menyatakan kemerdekaannya pada 17 Februari 2008, dan diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman dan Turki.

Serbia, Rusia dan China adalah salah satu negara yang belum mengakui kemerdekaan Kosovo.

Aljazair, Azerbaijan, Iran, Irak, Lebanon, Maroko, Sudan, Suriah, Tunisia, Palestina adalah negara-negara Muslim yang belum mengakui kemerdekaan Kosovo terutama karena hubungan politik mereka dengan Rusia melalui Serbia, atau dukungan langsung AS kepada Kosovo untuk melepaskan diri dari Serbia.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.