Berita Dunia Islam Terdepan

Dua pejuang Kashmir gugur, rakyat Kashmir yang marah turun ke jalan dan gelar aksi protes besar-besaran

Pasukan pendudukan India berpatroli di dekat lokasi pertempuran di Wader Payeen, sekitar 90 kilometer dari utara Srinagar. (Foto: AP)
10

SRINAGAR (arrahmah.com) – Ribuan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi pendudukan India di Kashmir pada Kamis (7/4/2016) setelah dua pejuang Kashmir dilaporkan gugur dalam baku tembak dengan pasukan pendudukan, ujar saksi mata.

Pendemo membakar kendaraan polisi berlapis baja, ujar seorang polisi di lokasi kejadian mengatakan kepada AFP tanpa memberikan identitas.

Pertempuran pecah pada Kamis (7/4) pagi di Shopian, sekitar 45 kilometer dari selatan Srinagar, kota utama di wilayah Kashmir yang diduduki oleh India.

“Para militan menembaki patroli polisi. Polisi merespon dan membunh keduanya,” klaim juru bicara militer India, Kolonel N. N. Joshi mengatakan kepada AFP.

Keduanya dilaporkan merupakan anggota Hizbul Mujahidin, kelompok pejuang lokal terbesar yang beroperasi di Kashmir.

Setelah baku tembak tersebut, ribuan penduduk setempat yang marah keluar ke jalan-jalan, melemparkan batu ke arah polisi dan meneriakkan slogan-slogan mendukung para pejuang Kashmir.

Polisi menembakkan gas air mata ke arah pendemo, namun kemudian mereka mundur dengan dalih untuk menghindari eskalasi.

Otoritas Kashmir mengatakan telah terjadi peningkatan protes kekerasan atas kematian “militan” lokal di wilayah Kashmir. Polisi dan tentara setempat telah mengeluarkan peringatan terhadap warga yang tinggal dalam radius sekitar dua kilometer dari lokasi pertempuran untuk tetap tinggal di dalam rumah, namun seruan tersebut biasanya diabaikan.

Hizbul Mujahidin adalah salah satu dari beberapa kelompok perjuang Kashmir yang terlibat pertempuran dengan tentara pendudukan India yang dikerahkan di Kashmir. Wilayah Kashmir terbagi dua antara India dan Pakistan dan rakyat Kashmir sejak tahun 1989 berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...