Tercium aroma melati saat keluarga berziarah ke makam Siyono

Sejumlah ahli waris Siyono berziarah kubur ke makam sang guru TK penyayang anakj-anak lagi tak pernah marah, Siyono
185

KLATEN (Arrahmah.com) – Dua hari usai proses autopsi dilakukan, keluarga almarhum Siyono berziarah ke makam Siyono di pemakaman umum Dusun Brengkungan yang letaknya 100 meter dari rumah keluarga, Selasa (5/4/2016). Pada saat itu Suratmi, janda almarhum Siyono mengaku pada kedua tangannya tercium aroma bunga melati. Aroma tersebut tercium sangat kuat, bukan hanya pada Suratmi. Namun, ibunda Siyono pun mencium aroma melati itu.

Sekira pukul 08.30 WIB, pihak keluarga Siyono yang terdiri dari istri almarhum Siyono, Suratmi beserta kelima anaknya, didampingi oleh kakak Siyono, Wagiyono. Kedua orang tua Siyono pun turut serta.

Kepada wartawan anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Suratmi mengaku ziarah kubur itu dilakukan guna menjawab pertanyaan dua anaknya yang masih kecil-kecil. Utamanya, si bungsu yang berumur tiga tahun dan kakaknya yang berumur empat tahun.

“Tadi kami berziarah untuk menjawab pertanyaan dua anak saya yang paling kecil. Karena mereka suka bertanya, abah ke mana,” tutur Suratmi sambil menggendong putra bungsunya.

Di hadapan pusaran makam Siyono, Suratmi berkata pada anak-anaknya, “Nak, abah sekarang sudah tidur di sini. Abah disayang Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi kalian jangan tanyakan lagi abah kemana ya,” katanya pada wartawan di Masjid Muniroh pada Selas, (5/4).

Suratmi menuturkan, usai menjelaskan perihal keberadaan ‘sang abah’ kepada seluruh anaknya, mereka pun bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhum.

Ketika hendak beranjak pulang, Suratmi mengaku kedua tangannya tercium aroma bunga melati. Aroma tersebut tercium sangat kuat, bukan hanya pada Suratmi. Namun, ibunda Siyono pun mencium aroma melati itu. Padahal, baik dirinya maupun anggota keluarga yang lain tidak ada yang membawa bunga melati atau air bunga seperti laiknya para peziarah.

“Usai menjelaskan kepada anak-anak saya, tiba-tiba tercium wangi melati yang sangat wangi sekali. Tangan saya dan tangan mbah putri (mertua, -red) juga wangi. Seperti habis memegang bunga. Padahal kami tidak membawa bunga,” ujarnya.

Di hari yang sama, sebuah komunitas pengajian dunia maya yang tergabung dalam Majelis Taklim Facebook memberikan bantuan berupa uang tunai kepada istri almarhum Siyono. Mereka pun siap berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada keluarga Siyono secara rutin.

“Alhamdulillah. Semoga yang memberikan ini rizkinya dilipatgandakan oleh Allah,” ucap Suratmi.

Reporter: Tommy Abdullah

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.