Berita Dunia Islam Terdepan

“Jenazah almarhum wangi,” kesaksian ahli forensik Polri tentang jasad Siyono

Jenazah Siyono
20

KLATEN (Arrahmah.com) – Seorang dokter spesialis forensik Polri dr. Sigit Harjanto memberikan kesaksiannnya mengenai jasad Siyono, korban kezaliman Densus 88 Polri, yang sudah terpendam di dalam tanah selama tiga pekan, dia mengatakan dari jenazah almarhum tercium aroma wangi.

“Jenazah almarhum wangi, sampai setelah saya cuci tangan, wanginya masih tertinggal,” kata Suratmi, istri Siyono menirukan laporan yang didengarnya dari dr. Sigit.

Sementara seorang relawan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang mengikuti proses , pengangkatan serta penguburan kembali Siyono (34 tahun) memberikan pengakuan.

“Jenazahnya masih utuh mas. Tidak bau. Hanya bau tanah dan berkurangnya rambut,” kata pria yang tidak mau disebutkan namanya.

Usai autopsi dilakukan perwakilan dokter forensik didampingi Busyro Muqoddas dan Dahnil Anzar Simanjuntak dari PP Muhammadiyah serta Komisioner Komnas HAM Siane Indriani dan Prof. DR. Dr. Hafidz Abbas memberikan laporan hasil sementara autopsi kepada istri almarhum Siyono.

Hal serupa juga diperoleh anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) saat menanyakan kepada relawan lain yang mengikutinya. Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono turut mengkonfirmasi kebenaran tentang keutuhan jasad Almarhum Siyono.

Endro yang turut menyaksikan proses autopsi jenazah sempat berbincang dengan Prof. Dr. drg. Sudibyo, SU., Sp. Perio (70 tahun) yang memimpin proses autopsi. Menurut Prof. Dibyo, kondisi tanah lempung yang basah di sekitar makam sangat membantu awetnya kondisi jenazah.

“Proses autopsi yang dilakukan terhadap Siyono bukanlah autopsi untuk identifikasi namun penentuan tempat luka/trauma pada jasad Siyono,” ujar Prof. Dibyo seperti dituturkan Endro.

Pakar odontologi forensik ini melanjutkan, biasanya dalam rentang waktu dua puluh hari kondisi perut jenazah pada umumnya sudah dalam keadaan terburai. Namun, hal itu tidak terjadi pada jenazah Almarhum Siyono.

“Dokter-dokter forensiknya juga banyak yang gak pakai masker. Karena tidak berbau,” sebut Endro.

Proses autopsi terhadap jenazah Siyono sendiri berlangsung pada Ahad (3/4/2016) mulai pukul 06:00 pagi. Autopsi dilakukan oleh sembilan dokter forensik dari PP Muhammadiyah.

Reporter: Tommy Abdullah

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...