Dituduh menyerang pemukim "Israel", 2 remaja Palestina ditembak mati di Nablus

39

Support Us

PALESTINA (Arrahmah.com) – Pasukan “Israel” menembak mati dua remaja Palestina pada Rabu (2/3/2016) pagi setelah mereka diduga menyerang seorang pemukim “Israel” di pemukiman ilegal Eli di selatan Nablus.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi kedua remaja Palestina itu sebagai Labib Khaldoon Anwar Azzam dan Muhammad Hisyam Ali Zaaghlawan, keduanya berusia 17 tahun, dari desa Qaryat.

Seorang juru bicara militer “Israel” mengatakan mereka “menyusup” ke pemukiman ilegal “Israel” tersebut pada Rabu pagi dan menyerang pemukim “Israel” saat dia meninggalkan rumahnya.

Juru bicara itu mengklaim pasukan “Israel” tiba di lokasi dan menanggapi “ancaman signifikan” itu dengan menembak dan membunuh kedua remaja tersebut.

Pemukim “Israel” yang diserang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Shaare Zedek di Yerusalem dengan luka ringan.

Media “Israel” melaporkan bahwa dia telah meninggalkan rumahnya dengan seragam militer, dalam perjalanan ke tempat di mana dia bekerja di unit cadangan tentara “Israel”.

Juru bicara militer “Israel’ mengatakan remaja Palestina yang melakukan serangan tersebut bersenjatakan “pisau dan pentungan”, dan bahwa senjata juga ditemukan “di sekitar” mereka.

Berita Terkait

Dia mengatakan “laporan awal” mengindikasi bahwa senjata itu milik mereka.

Sumber-sumber lokal di desa Qaryut mengatakan kepada Ma’an bahwa dua remaja itu telah “menghilang setelah mereka melaksanakan shalat malam, dan keluarga mereka sedang mencari mereka.” Keduanya siswa sekolah menengah.

Ada sejumlah serangan yang dilakukan oleh warga Palestina di atau di dekat pemukiman “Israel” di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2016.

Pada tanggal 25 Januari, dua pemuda Palestina ditembak mati setelah menusuk mati seorang wanita “Israel” berusia 24 tahun di pemukiman ilegal Beit Horon di dekat Yerusalem.

Beberapa hari sebelumnya, pada 22 Januari, seorang gadis Palestina berusia 13 tahun ditembak mati setelah polisi “Israel” menuduhnya mencoba untuk menusuk seorang penjaga keamanan “Israel” di luar pemukiman ilegal Anatot, di timur laut Yerusalem.

Mayoritas serangan warga Palestina sejak gelombang kerusuhan melanda wilayah yang diduduki pada Oktober tahun lalu telah diarahkan pada pasukan militer “Israel” yang dikerahkan di Tepi Barat.

Sekitar 180 warga Palestina dan hampir 30 warga “Israel” telah tewas sejak awal Oktober.

(banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Iklan