Sekolah-sekolah di Aleppo tetap berjalan di tengah pertempuran sengit

60

Support Us

Kemajuan yang dialami oleh pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad telah memicu ribuan warga mengungsi ke perbatasan Turki.

Pasukan pro-Asad yang mendapat dukungan serangan udara oleh Rusia, sedang berupaya merebut kembali kota terbesar kedua di Suriah yang berada di bawah kendali pejuang Suriah. Aleppo terbagi menjadi dua antara wilayah yang dikendalikan oleh Mujahidin dan wilayah yang dikendalikan oleh rezim Nushairiyah.

Banyak sekolah di Aleppo yang masih terus beroperasi di tengah perang. Beberapa telah pindah ke bawah tanah untuk perlindungan dari bom.

Namun, jumlahnya yang sangat sedikit, kurikulum seadanya, kurangnya dana dan serangan udara terus-menerus, menjadi hambatan utama bagi siswa dan guru.

Samir Atrash yang berusia enam belas tahun, seorang siswa SMA di lingkungan Mashdad, Aleppo yang dikuasai oleh Mujahidin, berjalan ke sekolah di tengah puing-puing dan reruntuhan akibat bombardir dalam perang yang telah berlangsung selama lima tahun. Meskipun ia kesulitan dalam pelajaran sejarah dan geografi, dia sangat suka kelas akuntansi dan gym.

Di lingkungan Sukri, yang juga dikendalikan oleh Mujahidin, Shadi Al-Agha, remaja yang berusia 15 tahun, bekerja dengan ayahnya di sebuah kedai kopi. Meskipun ia ingin menjadi seorang guru bahasa Arab suatu hari nanti, ayahnya melarang dia untuk pergi ke sekolah karena khawatir akan diserang.

Beberapa orang tua terus menyekolahkan anak-anak mereka sejak perang meletus pada tahun 2011, dan warga di Aleppo mengatakan sekolah telah menjadi target serangan oleh rezim.

Sebuah studi oleh LSM Save the Children mengatakan lebih dari 30 sekolah Suriah telah diserang pada bulan September 2015, termasuk beberapa di Aleppo. Serangan udara Rusia yang dimulai pada akhir tahun 2015 juga dilaporkan telah memukul sekolah.

Al-Agha berhenti sekolah sejak tahun 2012 ketika keluarganya mulai sering berpindah-pindah, yang membuatnya sulit untuk melanjutkan studinya.

“Tentu saja saya ingin kembali ke sekolah secepat mungkin. Tapi ayah saya terus mengatakan bahwa sekolah ditargetkan oleh bom Asad,” ujar Agha kepada Al Jazeera.

“Dia menimbulkan ketakutan dalam diri saya, ke titik yang saya pikir tinggal di jalan lebih aman daripada pergi ke sekolah.”

Sekolah Atrash, seperti banyak lainnya di Aleppo, telah ditutup selama bertahun-tahun sebagai akibat dari perang.

“Sekolah sangat sulit karena teman sekelas saya dan saya harus berhenti pergi ke sekolah selama lebih dari dua tahun,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Sekolahnya ditutup antara tahun 2012 sampai 2014.

“Sekarang semuanya lebih baik karena sekolah telah dibuka, ada bom namun lebih baik (kurang) dari sebelumnya,” lanjutnya.

Menurut Zaid Muhammad dari LSM Kesh Malek, Aleppo adalah rumah bagi 130 sekolah yang saat ini beroperasi atau dalam proses untuk dibuka kembali.

Berita Terkait

Sementara itu, para guru dan administrasi masih meratapi kerusakan di sekolah-sekolah di Aleppo karena pemboman.

Majid Marai memiliki sekitar 50 siswa di empat kelas bahasa Inggris di sekolah Sakhar Halaq di Aleppo.

Sejauh ini sekolahnya belum pernah diserang, namun ia mengatakan perilaku siswanya telah berubah sejak perang.

“Banyak dari mereka berperilaku seperti laki-laki. Ini bagus pada pandangan pertama, tapi itu beresiko untuk masa kecil mereka,” ungkapnya.

Beberapa siswa telah meninggalkan sekolah sama sekali.

“Sekitar setahun lalu ada kampanye pengeboman terhadap sekolah dan beberapa siswa meninggalkan sekolah,” katanya.

Namun seperti Atrash, Marai mengatakan situasi semakin lebih banyak dan bahwa sebagian besar siswa telah kembali ke sekolah.

Selain itu ia mengklaim bahwa sekolah lebih aman saat ini karena banyak dari mereka dipindahkan ke ruang bawah tanah sejak 2015.

Namun sekolah di Aleppo terus menderita kerusakan fisik, kurangnya dana dan kurikulum yang tidak memadai, tambah Marai.

“Ada masalah organisasi. Kurikulum kami dikembangkan dengan tergesa-gesa oleh pemerintah sementara (oposisi Suriah-red). Kami perlu kembali mengembangkannya.”

Ayman Amr Hashem, direktur dinas pendidikan untuk Aleppo yang menguasai sebagian Aleppo setuju bahwa kurikulum perlu direformasi dan bahwa sekolah yang rusak harus diperbaiki.

“Kita perlu lebih banyak mengorganisir dan merehabilitasi pusat-pusat pendidikan,” ujarnya kepada Al Jazeera.

“Karena bom telah memukul sekolah, guru telah kehilangan banyak pengalaman karena terus-menerus kelas ditutup.”

Hashem mengakui bahwa sekolah di Aleppo menerima dana dari luar negeri. Namun ia mengkritisi dana yang berasal dari negara Barat dan Timur Tengah ini karena telah dipolitisasi dan menginginkan dana-dana tersebut digunakan untuk memperbaiki sekolah-sekolah tidak mengembangkan kurikulum.

Meskipun ada resiko, namun para siswa dan guru tetap pergi ke sekolah di Aleppo.

“Saya ingin menjadi seorang insinyur,” ujar Atrash.

“Kenapa aku mengambil resiko pergi ke sekolah? Seperti yang ayahku katakan, ‘masa depan membutuhkan kerja keras dan pengorbanan’,” ujarnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Iklan