Berita Dunia Islam Terdepan

Pasukan Zionis tembak mati tiga remaja Palestina di Tepi Barat yang diduduki

21

Support Us

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Pasukan Zionis “Israel” telah menembak mati tiga remaja Palestina dalam dua insiden terpisah di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Dalam insiden pertama, tentara pendudukan menembak dan membunuh dua anak laki-laki berusia 15 tahun di Araqa, barat Jenin setelah tentara “Israel” diduga diserang oleh keduanya, seperti dilaporkan Al Jazeera pada Ahad (14/2/2016).

Militer Zionis mengklaim dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Ahad (14/2) bahwa salah satu anak bersenjata senapan dan melepaskan tembakan ke arah tentara.

“Para pelaku melempar batu ke kendaraan yang melintas di barat Jenin. Ketika tentara tiba di lokasi, penyerang menembaki tentara. Pasukan merespon penembakan dan menembak balik ke arah penyerang yang mengakibatkan kematian mereka,” klaim pernyataan militer Zionis “Israel”.

Para korban diidentifikasi sebagai Nihad Raed Waked dan Fuad Marwan Waked, ujar Kementerian Kesehatan Palestina.

Berita Terkait

Di hari yang sama (14/2), seorang remaja Palestina lainnya yang berusia 17 tahun juga ditembak mati setelah dugaan serangan penusukan di pos pemeriksaan Mazmuriya di utara Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki.

Remaja tersebut diidentifikasi sebagai Naeem Ahmad Safi dari Ebidiyeh, timur laut Bethlehem.

Kedua insiden terjadi sehari setelah pasukan Zionis menembak mati seorang gadis Palestina berusia 17 tahun yang diklaim berusaha menusuk tentara di Hebron.

Sedikitnya 176 warga Palestina telah meninggal dunia di tangan tentara pendudukan dan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi sejak ketegangan meningkat di wilayah-wilayah pendudukan pada awal Oktober. Hampir setiap hari terdapat laporan dugaan serangan oleh warga Palestina yang berujung pembunuhan oleh pasukan Zionis “Israel”.

Dalam periode waktu yang sama, 27 warga “Israel” tewas dalam serangan pembalasan yang dilakukan oleh warga Palestina. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.