"Israel" terus melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menargetkan nelayan Gaza

31

Support Us

GAZA (Arrahmah.com) – Kapal angkatan laut “Israel” pada Sabtu (13/2/2016) terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada Agustus 2014 dengan melepaskan tembakan ke nelayan Palestina di lepas pantai di utara Jalur Gaza.

Menurut kantor berita WAFA, angkatan laut “Israel” menembaki para nelayan meskipun mereka berlayar dalam zona perikanan yang diperbolehkan, memaksa nelayan untuk kembali ke pantai karena takut terluka, terbunuh atau ditangkap.

Angkatan laut “Israel” selain menargetkan nelayan, juga menargetkan petani Palestina yang bekerja di lahan mereka di sepanjang perbatasan hampir setiap hari yang melanggar secara terang-terangan perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada Agustus 2014 setelah agresi militer oleh “Israel” di Jalur Gaza selama 51 hari.

Agresi tersebut merenggut nyawa 2.200 warga Palestina-kebanyakan warga sipil, termasuk sekitar 551 anak-dan meninggalkan lebih dari 10.000 lainnya terluka.

Berita Terkait

Menurut siaran pers yang dikeluarkan pada Desember 2015, Al-Mezan Center untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa pasukan pendudukan “Israel” telah meningkatkan serangan mereka terhadap nelayan Palestina di lepas pantai Gaza yang diblokade oleh “Israel”. “Israel” juga mencegah masuknya peralatan memancing yang sangat penting bagi kelangsungan hidup komunitas nelayan, lansir IMEMC.

“Nelayan Gaza sedang dirampas hak dasar mereka untuk bekerja, di tengah pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia,” menurut pernyataan Al-Mezan.

Masih menurut Al-Mezan, sejak awal 2015 dan sampai laporan diterbitkan, pasukan “Israel” telah membunuh seorang nelayan, melukai 17 nelayan dan menangkap 63 lainnya. Menyita 19 kapal, menghancurkan peralatan memancing dalam 12 kali kesempatan dan sengaja melepaskan tembakan ke arah nelayan Palestina dalam 118 insiden.

Sejalan dengan perjanjian Oslo 1993, nelayan Palestina berhak untuk berlayar di perairan dengan jarak 20 mil dari lepas pantai, namun “Israel” membatasi nelayan Palestina dan hanya memperbolehkan berlayar di jarak 6 mil, di mana penangkapan ikan sangat berkurang dan nelayan hampir tidak mampu bekerja. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Afiliasi Al Qaeda Serang 3 Pangkalan Militer Prancis di Mali

BAMAKO (Arrahmah.com) – Kelompok  yang terkait dengan Al Qaeda meroket pangkalan militer Prancis di Kidal, Menaka, dan Gao, di Mali utara dalam waktu beberapa jam pada Senin (30/11/2020). Meskipun kamp-kamp itu terkena tembakan, tidak…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

Militer Turki hujani Raqqa dengan serangan mematikan

RAQQA (Arrahmah.com) - Tentara Turki dan kelompok militan sekutunya meningkatkan serangan mereka di provinsi Al-Raqqa pada Ahad malam (29/11/2020), di tengah laporan bahwa Ankara berusaha meluncurkan operasi baru melawan Pasukan Demokrat…

Harian Iran: Teheran harus bidik Haifa jika "Israel" ada di balik terbunuhnya Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar Iran pada hari Minggu (29/11/2020) menyarankan Iran harus menyerang kota pelabuhan Haifa "Israel" jika negeri Zionis melakukan pembunuhan seorang ilmuwan yang terkait…

Anies Baswedan Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI Jakarta mengabarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. "Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19," demikian kabar…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Iklan