Berita Dunia Islam Terdepan

Mengagumkan, ini aksi Erdogan dalam memerangi rokok

156

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan jamuan makan pada Selasa (9/2/2016) untuk 300 orang yang telah berhasil berhenti merokok.

Di antara 300 orang yang hadir, 18 di antaranya merupakan mantan perokok yang pernah dibujuk secara pribadi oleh Erdogan.

Erdogan, yang dikenal sangat anti-rokok, tidak segan-segan menyita bungkus rokok dari seseorang jika didapati menghisap rokok di depannya dan memaksa mereka berjanji untuk berhenti merokok.

“Anda tidak punya kebebasan untuk melakukan bunuh diri, jadi anda tidak memiliki kebebasan untuk membiarkan diri Anda terpapar penyakit,” kata Erdogan dalam acara pada acara World Smoking Cessation Day, sebagaimana dilansir oleh Daily Sabah, Selasa (9/2/2016).

Erdogan juga dikenal tidak suka berdekatan dengan perokok, dan di kalangan masyarakat dia juga dikenal sering berbincang-bincang dengan perokok yang dia datangi untuk membujuk mereka agar berhenti merokok.

Berita Terkait

Pada beberapa kesempatan, ia telah menyarankan kepada para perokok, baik pedagang asongan maupun para wartawan terkenal, dan meminta mereka berjanji untuk menghentikan kebiasaan itu dan menuliskan janji tersebut di atas sebungkus rokok.

“Ini adalah prinsip pribadi saya untuk memerangi rokok seperti yang saya lakukan terhadap semua kebiasaan berbahaya lainnya. Negara harus melindungi warganya dari tembakau, alkohol dan obat-obatan, seperti halnya negara wajib melindungi mereka dari kejahatan pencurian hingga terorisme,” katanya.

Erdogan mengucapkan selamat terhadap para mantan perokok karena telah menunjukkan kemauannya untuk berhenti merokok.

Turki sendiri sudah memberlakukan larangan merokok di ruangan publik yang tertutup atau indoor sejak 2009. Presiden Erdogan dikenal sangat rajin melakukan kampanye anti-rokok. Hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas merokok di kalangan para perokok berat di Turki.

(ameera/arrahmah,com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.