"Israel" hancurkan lebih dari 10 rumah warga Palestina di daerah Nablus

66

Support Us

NABLUS (Arrahmah.com) – Tentara Zionis pada Selasa (9/2/2016) menghancurkan lebih dari 10 rumah warga Palestina dan bangunan lain di desa Khirbet Tana, timur Nablus, di mana penduduk tinggal di daerah yang diklaim oleh militer Zionis sebagai zona tembak.

Ghassan Daghlas, seorang pejabat Otoritas Palestina yang memonitor aktivitas pemukiman mengatakan kepada Ma’an bahwa buldoser “Israel” menghancurkan struktur, mengklaim mereka dibangun secara ilegal, menambahkan bahwa pasukan telah memberitahu beberapa warga Palestina di desa terdekat, desa Beita mengenai perintah pembongkaran.

Seorang juru bicara Koordinasi Aktivitas dan Wilayah Pemerintah “Israel” (COGAT) mengatakan: “Langkah-langkah penegakan dilakukan terhadap lima bangunan dan enam tenda yang dibangun secara ‘ilegal’, ‘tanpa izin’ di zona tembak 904A”.

Khirbet Tana terletak di sebelah timur Nablus di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki, merupakan rumah bagi sekitar 300 warga Palestina yang telah tinggal di daerah tersebut selama beberapa dekade.

Berita Terkait

Warga yang tinggal di Beita dan Khirbet Tana hidup sebagai petani dan peternak, menurut kelompok hak asasi manusia “Israel” B’Tselem.

“Israel” secara sepihak menyatakan desa-desa tersebut sebagai zona militer tertutup dan zona tembak sejak 1970, dan badan sipil “Israel” di Tepi Barat yang diduduki telah melakukan penghancuran sejak saat itu.

Khirbet Tana merupakan bagian dari 20 persen wilayah dari Tepi Barat yang diduduki yang telah dinyatakan secara sepihak sebagai “zona militer tertutup” oleh otoritas Zionis.

Penggunaan “zona militer tertutup” sering dijadikan “Israel” sebagai alasan untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka sendiri. Pada tahun 2010, sekitar 65 persen dari penghancuran yang dilakukan di Area C-mayoritas wilayah Tepi Barat yang berada di bawah kontrol militer Zionis-terjadi di “zona tembak”.

Administrasi sipil “Israel” menghancurkan semua struktur di Khirbet Tana di tahun 2011, meninggalkan 152 warga Palestina kehilangan tempat tinggal termasuk 64 anak-anak. Saat itu adalah keenam kalinya desa menghadapi pembongkaran sejak tahun 2005 (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Rusia lancarkan serangan kuat di Latakia timur, targetkan benteng Jihadi

LATAKIA (Arrahmah.com) - Pasukan Rusia melancarkan beberapa serangan udara di wilayah timur laut Latakia, menargetkan benteng utama jihadi di wilayah Jabal Al-Akrad. Menurut laporan lapangan dari provinsi Latakia, pasukan Rusia…

Militer Turki hujani Raqqa dengan serangan mematikan

RAQQA (Arrahmah.com) - Tentara Turki dan kelompok militan sekutunya meningkatkan serangan mereka di provinsi Al-Raqqa pada Ahad malam (29/11/2020), di tengah laporan bahwa Ankara berusaha meluncurkan operasi baru melawan Pasukan Demokrat…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Iklan