Erdogan gugat pemimpin oposisi yang menyebutnya diktator

47

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengajukan gugatan terhadap pemimpin oposisi dari Partai Rakyat Republik (CHP), Kemal Kilicdaroglu, karena telah menyebut Erdogan sebagai seorang diktator dalam pidatonya pada Sabtu lalu, lansir Today Zaman, Senin (18/1/2016).

Menurut laporan dari kantor berita Cihan, Senin (18/1), pengacara Erdogan menyampaikan gugatan hukum ke Pengadilan Sipil Pertama di Ankara atas pernyataan Kilicdaroglu, dan berkata bahwa pidatonya itu tidak bisa dianggap sebagai kebebasan berekspresi.

“Selama pidatonya tersebut, klien kami Presiden Erdogan dihina [oleh Kilicdaroglu] atas tuduhan merampok negara, menjadi diktator, kurang pengetahuan tentang kehormatan dan kesopanan dan karena itu, menjadi tidak senonoh dan tidak jujur,” tulis pengacara itu dalam pengaduannya.

Berbicara selama kongres CHP pada Sabtu (16/1), Kilicdaroglu merujuk kepada penangkapan terbaru terhadap akademisi yang mendesak diakhirinya jam malam di wilayah tenggara dengan pernyataan yang dibuat pekan lalu.

Berita Terkait

“Akademisi yang mengungkapkan pendapat mereka telah ditahan satu per satu atas instruksi yang diberikan oleh sang diktator,” kata Kilicdaroglu.

Di Turki, menghina presiden adalah kejahatan dan bisa dihukum sampai empat tahun penjara. Sebagai anggota dewan, Kilicdaroglu memiliki imunitas atas dakwaan itu. Namun parlemen bisa ambil suara untuk menghapuskan kekebalan tersebut.

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengecam pernyataaan Kilicdaroglu di akun Twitternya: “Saya kasihan pada Kilicdaroglu karena tidak bisa mengkritik presiden kita tanpa menghina dia.”

“Hanya mereka yang kurang cerdas, kurang pengetahuan, dan kurang moral yang bisa menghina seseorang seperti itu dengan dalih kebebasan berekspresi,” ujar Bozdag.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Iklan