Uganda meluncurkan penyelidikan atas pembantaian Muslim tahun 1979

414

Support Us

KAMPALA (Arrahmah.com) – Sebuah penyelidikan telah diluncurkan atas pembunuhan 67 Muslim di Uganda setelah jatuhnya Idi Amin pada tahun 1979.

Perdana Menteri Ruhakana Rugunda mengatakan bahwa sebuah tim telah dibentuk untuk melakukan verifikasi yang menyeluruh dari semua klaim yang disampaikan oleh korban pembantaian Muslim 1979 dan melaporkan kembali dalam waktu tiga minggu.

“Temuan dari verifikasi tersebut akan menjadi dasar untuk kompensasi. Kita perlu menemukan solusi yang langgeng untuk masalah ini,” ungkap Rugunda, sebagaimana dilansir oleh Daily Sabah, ahad (16/1/2016).

Dalam kekacauan yang diikuti jatuhnya Idi Amin dari kekuasaan pada bulan April 1979, orang-orang bersenjata menyerang dua desa di kabupaten Sheema, barat daya Uganda, yang menewaskan 67 Muslim, dan membuang jasad mereka di Sungai Rwizi.

Sembilan masjid dan puluhan rumah milik Muslim dibakar dan tanaman Muslim dihancurkan. Banyak yang dipaksa untuk menyerahkan tanah mereka agar tidak dibunuh.

Serangan itu terjadi saat Muslim dicurigai mendukung Amin. Di bawah pemerintahannya selama delapan tahun, ratusan ribu orang Uganda tewas dalam kekerasan politik dan etnis.

Pengumuman Rugunda pada hari Sabtu itu mengikuti perintah dari Presiden Yoweri Museveni untuk memberikan ganti rugi kepada keluarga yang kehilangan keluarga dan harta bendanya dalam pembantaian itu.

Haji Nsereko Mutumba, juru bicara Dewan Muslim Uganda, mengatakan bahwa dia berharap agar perintah Museveni akan diikuti.

“Saya berharap dia memenuhi janjinya, kami telah mengajukan hal ini untuk waktu yang lama dan tidak ada yang mendengarkan kami,” kata Mutumba kepada Anadolu Agency.

Berita Terkait

Selama kampanye pemilu tahun 2011, Museveni berjanji untuk menyelidiki pembunuhan tersebut, tapi isu itu kemudian menghilang.

“Anda tidak bisa menganiaya orang hanya karena agama mereka,” kata Mutumba. “Islam ada di sini sebelum Amin berkuasa.”

Mutumba mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya telah berupaya untuk menghindari penyelidikan karena beberapa pemimpin dalam pemerintahan ini terlibat dalam mendalangi mereka dan berpartisipasi dalam pembunuhan.

Umar Kassaja Mutono, seorang anggota komite Sheema, mengatakan bahwa Muslim dibantai oleh para penyerang.

“Orang-orang kami dibunuh dengan menggunakan parang,” katanya.

“Mereka dikumpulkan dan dibantai seperti binatang termasuk anak-anak dan wanita hamil yang bayinya dikeluarkan dari rahim mereka.”

Ada beberapa korban yang tangan atau kaki mereka dipotong sebelum kemudian ditenggelamkan ke sungai, tambahnya.

Kasajja mengatakan bahwa Museveni, seorang menteri pertahanan dalam rezim yang menggantikan Amin, dikirim untuk menyelidiki kasus pembantaian pada tahun 1979. Ketika ia menjadi presiden pada tahun 1986, tujuh orang dipenjara, tapi kemudian dua orang itu dibebaskan.

“Presiden Museveni mengampuni dua orang lainnya yang sekarang tinggal di desa yang sama di mana mereka membunuh orang-orang kami dan ini menyakitkan kami,” ungkap Kasajja.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

AS Tutup 10 Pangkalan Militer di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) menutup setidaknya 10 pangkalan di Afghanistan, setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari lalu. Pejabat Afghanistan dan AS mengonfirmasi penutupan…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Houtsi klaim membunuh 8 tentara Saudi

MARIB (Arrahmah.com) - Teroris syiah Houtsi mengklaim telah membunuh delapan tentara Saudi di Yaman timur, Anadolu Agency melaporkan. "Pasukan rudal telah berhasil, pada Sabtu malam, menargetkan ruang operasi gabungan di kamp Tadawin di…

Iklan