Gaza hadapi musim dingin yang keras setelah "Israel" memotong pasokan gas

79

Support Us

GAZA (Arrahmah.com) – Warga Palestina di Jalur Gaza mengatakan “Israel” telah sangat membatasi pasokan gas ke Jalur Gaza selama musim dingin tahun ini, menimbulkan gangguan besar untuk kehidupan bagi sebagian besar keluarga di Gaza dan memperburuk dampak cuaca dingin.

Tholfikar Sweirjo, anggota dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina di Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jumlah gas yang memasuki Gaza telah menurun setidaknya 50 persen sejak awal Desember.

“Orang-orang menderita, khususnya karena banyak mobil yang telah dikonversi untuk menggunakan gas sebagai pengganti bensin karena tingginya harga bensin,” ujarnya seperti dilansir Al Jazeera pada Rabu (13/1/2016).

Sweirjo menuduh otoritas “Israel” menyebabkan kekurangan gas ini untuk mengintensifkan tekanan terhadap Gaza dalam upaya untuk mendorong orang-orang melawan Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza.

Pernyataannya muncul seminggu setelah Pusat Media Internasional Timur Tengah mengutip pernyataan Muhammad Al-Abadaleh, juru bicara asosiasi pemilik stasiun bahan bakar dan gas di Gaza yang mengatakan: “Ini adalah minggu keempat sejak pemerintah ‘Israel’ sangat menurunkan pasokan gas untuk memasak untuk Jalur Gaza.”

Dia juga mengatakan jumlah gas yang diizinkan masuk ke wilayah Palestina hanya 15 persen dari yang biasa dibutuhkan.

Berita Terkait

Kementerian Energi “Israel” belum memberi tanggapan terkait informasi ini.

Ramy Abdu, direktur Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania yang berbasis di Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lebih dari 20 persen rumah tangga di Jalur Gaza tidak memiliki gas, serta rumah sakit dan sekolah.

“Biasanya kami menunggu beberapa hari untuk mendapatkan jatah gas kami, namun bagi banyak warga mereka telah menunggu selama berminggu-minggu. Kami berbicara mengenai kekurangan permanen selama musim dingin,” ungkapnya yang menambahkan bahwa beberapa restoran bahkan telah dipaksa untuk tutup.

Abdu mengatakan kekurangan listrik telah memperburuk krisis, karena orang-orang harus lebih mengandalkan gas.

“Telah ada penurunan pasokan listrik. Biasanya kami memiliki delapan sampai 10 jam listrik yang menyala selama satu hari dan kini hanya 4-8 jam.”

Dia juga mengatakan sektor pertanian Gaza sangat bergantung pada gas untuk menjalankan rumah kaca, terutama karena “Israel” menyemprotkan racun untuk menghancurkan tanaman.

“Selama 10 tahun terakhir, ‘Israel’ telah memberlakukan blokade yang telah membuat kehidupan warga Gaza sangat sengsara,” ujar Abdu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Iklan