Pendukung fanatik Gulen berusaha untuk meracuni Erdoğan

60

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Menteri Kesehatan Turki, Mehmet Müezzinoğlu, mengatakan pada Kamis (7/1/2016) bahwa Gülenist Terror Organization (FETÖ), yang terkait dengan Gerakan Gulen, berusaha untuk meracuni Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Berbicara kepada harian Bugun, Müezzinoğlu mengatakan bahwa organisasi itu memantau kediaman, kantor dan kehidupan pribadi Erdogan dan menyusun rencana untuk meracuni Erdogan ketika sebuah rencana dari kelompok Gülenists untuk menggulingkan pemerintah Turki terungkap, lansir Daily Sabah.

Müezzinoğlu tidak merinci tentang upaya tersebut, tapi pernyataannya itu dipandang sebagai konfirmasi atas rumor sebelumnya.

Beberapa media Turki telah menyatakan bahwa ada upaya untuk meracuni makanan Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu ketika kedua pemimpin itu berkunjung ke Istanbul.

Gamze Tembel Eser, seorang karyawan di Laboratorium Pengendalian Makanan yang bertugas untuk menganalisis makanan yang disajikan kepada para pemimpin Turki terhadap kemungkinan terkandung racun, menjadi tersangka dalam operasi yang dilancarkan Turki untuk melawan kelompok Gülenists.

Eser menghilang setelah jaksa meluncurkan penyelidikan terhadap adanya kecurangan massal saat Ujian Seleksi Umum Personalia (KPSS) yang diduga dilakukan oleh Gülenists. Eser ditugaskan di laboratorium tersebut setelah dia mencetak nilai tertinggi dalam ujian.

Berita Terkait

Gerakan Gulen dituduh memasok pertanyaan dan jawaban untuk ujian kritis seperti KPSS, untuk membuka jalan bagi mereka agar bisa menyusupkan para pendukungnya ke dalam birokrasi Turki.

Müezzinoğlu mengatakan bahwa anggota FETO merupakan “serigala berbulu domba yang bertekad untuk menggulingkan negara dari dalam dan mereka berhasil (mengambil alih lembaga negara).”

Menteri itu juga meminta Fethullah Gülen, pemimpin gerakan itu, untuk kembali ke Turki. Gulen, yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak tahun 1999, sebelumnya dikabarkan menderita sakit sehingga dia tidak bisa kembali ke Turki.

“Itu hanya kedok untuk pengkhianatannya. Kami akan memberikan semua perawatan yang dia butuhkan di sini. Tapi dia harus siap membayar harga jika ia benar-benar mengkhianati negara ini,” kata Müezzinoğlu.

Gulen dan antek-anteknya menghadapi sejumlah persidangan atas tuduhan menjadi dalang untuk menggulingkan pemerintah, dan ancaman hukuman seumur hidup karena telah mengelola sebuah organisasi teroris, lansir Daily Sabah.

Gülenists dikenal melakukan infiltrasi ke lembaga kepolisian, peradilan dan jabatan penting lainnya di lembaga-lembaga negara, yang memungkinkan mereka untuk memantau kegiatan presiden, perdana menteri, para menteri dan pejabat senior lainnya. Mereka juga dituduh menyadap percakapan telepon dari pemimpin Turki dan memasang bug (penyadap percakapan) di kantor mereka.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

Pejuang oposisi gagalkan serangan YPG di Ras Al-Ain

RAS AL-AIN (Arrahmah.com) - Bentrokan baru meletus antara pejuang oposisi Suriah dan milisi Kurdi YPG di dekat wilayah Ras Al-Ain yang dikuasai Turki di Suriah utara, kata aktivis setempat, Jumat (20/11/2020). Pejuang Tentara Nasional…

Usai umumkan kemenangan, Aliyev katakan siap jalin hubungan dengan Armenia

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa Baku siap untuk menjalin hubungan normal dengan Yerevan jika "kekuatan yang sehat" berkuasa di Armenia. "Sekarang ada krisis internal yang…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

DPR: Baliho HRS Urusan Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan penurunan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) merupakan ranah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Maka dari…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Turki-Saudi sepakat selesaikan masalah melalui dialog

RIYADH (Arrahmah.com) - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat dalam panggilan telepon untuk meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan perselisihan yang luar biasa melalui dialog, kata…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Iklan