Astaghfirullah, ekstrimis ISIS di Raqqah mengeksekusi ibunya sendiri dengan tuduhan murtad

128

Support Us

SURIAH (Arrahmah.com) – Dalam serangkaian kebrutalan baru yang dilakukan kelompok “Daulah Islamiyah” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, seorang pemuda anggota dari kelompok ekstrimis itu pada Jum’at (8/1/2016) dilaporkan telah membunuh ibunya sendiri dalam sebuah eksekusi di hadapan khalayak di Suriah.

Ali Saqr (21) dilaporkan membuat ibunya dibunuh ISIS di depan ratusan orang di Raqqah dengan tuduhan bahwa sang ibu telah murtad. Kabar ini mengutip laporan dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) dan satu kelompok aktivis lainnya yang dikenal sebagai “Raqqa is Being Slaughtered Silent” yang telah memantau perang Suriah melalui sumber-sumber langsung di lapangan.

Ibu Ali Saqr diidentifikasi oleh “Raqqa Is Being Slaughtered Silently” sebagai Lena Al-Qasem (47). Ia dikabarkan dituduh murtad oleh ISIS hanya karena ia berusaha menyadarkan anaknya untuk meninggalkan ISIS dan pergi dari Raqqah.

Ali Saqr, yang merupakan warga asli Suriah, kemudian melaporkan apa yang dikatakan oleh ibunya itu kepada pemimpin ISIS yang lantas mengklaim bahwa ibunya telah murtad dan memerintahkan untuk membunuhnya.

Para aktivis di lapangan mengatakan bahwa eksekusi terhadap ibu Saqr berlangsung pada hari Rabu (6/1) di dekat sebuah bangunan kantor pos di mana ibu malang itu bekerja.

Berita Terkait

“Ibunya berbicara dengan dia dan meminta dia untuk meninggalkan ISIS dan meninggalkan Raqqah untuk pergi ke daerah lainnya di Suriah dan Turki,” ungkap Rami Abddulrahman dari SOHR pada Jum’at (8/1). “Setelah itu dia mengatakan kepada ISIS dan, satu, dua, tiga, mereka menangkap ibunya.”

ISIS dikenal telah melakukan sejumlah eksekusi mengerikan dan memposting proses eksekusi brutal mereka secara online, namun Abdulrahman mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bilamana pembunuhan itu direkam.

Ini bukan pertama kalinya seorang ekstrimis ISIS membunuh orangtuanya sendiri atas perintah pemimpin kelompok mereka. Sebelumnya telah dilaporkan bahwa seorang ekstrimis ISIS dari Libanon juga telah membunuh ayahnya sendiri tahun lalu. Ayahnya dilaporkan dibunuh hanya karena ia telah pergi ke Raqqah untuk mengajak anaknya pulang.

SOHR melaporkan pada 29 Desember lalu bahwa ISIS telah mengeksekusi lebih dari 2.000 warga sipil Suriah sejak Juni 2014.

“Raqqa is Being Slaughtered Silent” juga menyebarkan foto Ali Saqr melalui Twitter dari Raqqah.

(aliakram/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Iklan