Doctors Without Borders: Madaya bagai penjara terbuka bagi 20.000 warga Suriah

33

Support Us

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Video yang menunjukkan warga Suriah yang kurus mengenaskan di kota Madaya yang terkepung menjadi sorotan pekan ini, mengingatkan kepada dunia luar akan kondisi negara yang dilanda perang itu, dimana bom dan bentrokan bukan satu-satunya cara orang mati dalam konflik.

Desa yang dikuasai kelompok oposisi itu telah dikepung oleh pemerintah Suriah selama berbulan-bulan, yang berarti bantuan pangan dan konvoi kemanusiaan lainnya tidak diizinkan masuk ke wilayah itu sejak Oktober.

Sebagaimana dilansir oleh Al Bawaba, Kamis (7/1/2016), sebuah rekaman video menunjukkan bayi yang baru lahir dengan wajah pucat, dimana sang narator dalam rekaman itu mengatakan bahwa orang-orang sudah tidak tahan lagi dengan air dan garam serta mayat orang-orang yang meninggal karena kelaparan.

Pada hari Kamis, pemerintah Suriah setuju untuk mengizinkan konvoi bantuan dari kelompok-kelompok kemanusiaan memasuki wilayah itu. Mereka mengatakan bahwa mereka akan mulai mengirim barang dalam beberapa hari mendatang.

Tapi bantuan medis kelompok Doctors Without Borders mendorong langkah lebih lanjut, yang menyerukan agar penduduk desa yang sakit dievakuasi dan diberi perawatan medis luar Madaya.

Berita Terkait

Organisasi itu mengatakan bahwa sekitar 20.000 warga telah terkepung di desa itu sejak Juli tahun lalu. Situasi mencapai titik didih ketika makanan dan persediaan yang dikirim oleh konvoi bantuan pada pertengahan Oktober sudah habis pada Januari.

Madaya sekarang tak ubahnya bagai penjara terbuka bagi sekitar 20.000 orang, termasuk bayi, anak-anak dan orang lanjut usia. Tidak ada cara untuk keluar atau masuk area itu, menyebabkan banyak orang meninggal, ungkap Brice de le Vingne, direktur operasi Doctors Without Borders dalam sebuah pernyataan.

Para petugas medis melaporkan bahwa orang-orang yang mencoba meninggalkan wilayah tersebut harus berhadapan dengan peluru dan ranjau darat, ungkap Vingne.

Organisasi itu mengatakan bahwa berkurangnya pasokan makanan telah memaksa petugas medis untuk menggunakan sirup kesehatan untuk memberi makan anak-anak, sehingga menyebabkan persediaan medis semakin menipis. Perwakilan dari Doctors Without Borders mengatakan bahwa pasien yang sakit perlu dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.

 

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Iklan