Pelaku penembakan pada kerusuhan Singkil disidangkan

82

Support Us

SINGKIL (Arrahmah.com) – Kasus penembakan pada kerusuhan bernuansa SARA di Aceh Singkil (13/10/2015) lalu disidangkan perdana Rabu (6/1/2016). Terdakwa yang disidang adalah Hotma Uli Nataneal Tumangger, sebagai terdakwa perkara penembakan.

Mengutip Serambi Indonesia, pada persidangan tersebut tim jaksa penuntut umum yang terdiri atas Zulham, Hari Citra Kesuma, Muksin, dan Rahmatullah, mendakwanya telah menembak pakai senapan angin kaliber 5,5 mm, sehingga dada Samsul, warga Buluhseuma, Suro, terluka dan korban meninggal.

Mendengar dakwaan itu, Hotma berkonsultasi dengan tim penasihat hukumnya, Maya Manurung, Misran Purnamawati, dan Ibrahim Nainggolan. Tim penasihat menyatakan akan melakukan bantahan (eksepsi) pada sidang berikutnya, Selasa (12/1).

Terkait dengan kerusuhan Singkil, disidangkan pula terdakwa Rahimi yang diduga menghasut massa merusak Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Desa Suka Makmur, Gunung Meriah, Aceh Singkil. Tiga orang lainnya juga terdakwa perusakan rumah ibadah yang sama, yakni Nawawi, Saiful, dan Erwan Berutu.

Terhadap terdakwa Rahimi, jaksa menyatakan yang bersangkutan telah melakukan penghasutan sehingga terjadi perusakan dan terbakarnya Gereja HKI Suka Makmur.

Rahimi tidak akan menyampaikan eksepsi terhadap dakwaan itu. Maka sidang terhadapnya akan dilanjutkan pada Rabu (13/1) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Berita Terkait

Sidang tersebut dipenuhi pengunjung. Ketua majelis hakim sampai-sampai merasa perlu menjelaskan kepada pengunjung bahwa perkara yang sedang diadili itu bukan persoalan agama, melainkan perkara pidana yang terdakwanya melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ada terdakwa yang diduga melanggar Pasal 187 karena dengan sengaja menimbulkan kebakaran. Ada pula yang diduga melanggar Pasal 170 dengan dakwaan melakukan kekerasan terhadap barang. Ada juga yang didakawa dengan Pasal 160 karena dengan lisan atau tulisannya menghasut orang lain untuk melakukan tindak pidana.

“Untuk diketahui pengunjung, tidak ada masalah agama dalam perkara ini. Yang disidangkan adalah perbuatan pidana,” tegas As’Ad, lansir Serambi.

Perlu diketahui pada kerusuhan Singkil satu umat Islam meninggal dunia dan lima lainnya terluka akibat tembakan senapan babi dan airgun. Baca Di Singkil, Syamsul roboh diterjang senapan babi para pembela gereja liar.

Sesungguhnya aparat penegak hukum bisa menjerat pelaku penembakan ini bukan hanya dengan pasal KUHP tentang kepemilikan senjata api secara ilegal, dan menghilangkan nyawa orang, tapi juga dengan UU Anti Teroris.

“UU Anti Teroris jangan hanya diberlakukan kepada umat Islam, tapi juga penganut agama lain. Bahkan bicara hukum Islam, hukuman bagi yang melakukan pembunuhan adalah nyawa dibalas dengan nyawa,” tandas Doni Chandra, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM Sumatera Utara kepada JITU pada Ahad, (18/10). (azm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Empat warga sipil Azerbaijan tewas akibat ranjau yang ditanam militer Armenia

FUZULI (Arrahmah.com) - Empat warga sipil Azerbaijan kehilangan nyawa mereka setelah bom ranjau yang diletakkan oleh militer Armenia meledak, kata otoritas negara pada Sabtu (28/11/2020). Ledakan tersebut terjadi ketika kendaraan yang…

Pasukan keamanan Irak mulai ditempatkan di Sinjar

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Pasukan keamanan Irak pada Selasa mulai melaksanakan rencana penempatannya di pusat distrik Sinjar di provinsi Niniwe utara. "Rencana untuk mengerahkan pasukan keamanan di pusat Sinjar telah dilaksanakan oleh…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Habib Rizieq Akan Diperiksa Polisi, HRS Center: Tak Adil dan Politis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Rencana pemanggilan Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dinilai tidak adil dan terlihat politis terlihat Hal tersebut disampaikan Direktur Habib…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Iklan