Tentara PBB di Republik Afrika Tengah kembali dituduh melakukan kekerasan seksual

72

Support Us

BANGUI (Arrahmah.com) – Misi pencarian fakta PBB telah diluncurkan atas dugaan baru bahwa tentara “perdamaian” PBB telah melakukan kekerasan seksual terhadap empat gadis di bawah umur di Bangui, ibukota Republik Afrika Tengah (CAR).

Misi PBB di CAR yang dikenal dengan sebutan MINUSCA, mengklaim dalam sebuah pernyataan pada Selasa (5/1/2016) bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan atas tuduhan terbaru terhadap tentaranya yang disebut-sebut telah melakukan kekerasan seksual di Bangui.

Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB mengatakan keempat korban telah diberikan perawatan medis dan psikososial, namun tidak menyebutkan kapan kekerasan berlangsung atau berapa banyak tentara PBB yang terlibat dalam kasus tersebut, lansir Al Jazeera.

PBB mengklaim sejalan dengan kebijakan mereka, mereka tidak menyebutkan asal negara dari tentara yang melakukan pelecehan seksual.

Dujarric menambahkan bahwa PBB telah meminta negara-negara asal tentara untuk memulai penyelidikan mereka sendiri dan negara bertanggung jawab untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Serangkaian tuduhan

Berita Terkait

Tuduhan tersebut mengikuti serangkaian pelecehan seksual yang dituduhkan kepada pasukan PBB di CAR pada tahun 2015.

Di bulan Desember, panel independen mengkritik tajam respon PBB untuk kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi di pusat pengungsi di dekat bandara Bangui antara Desember 2013 sampai Juni 2014.

Laporan panel mengatakan PBB telah gagal untuk menciptakan perdamaian dan harus berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak.

Tuduhan terbaru telah mendorong diskusi untuk pembentukan polisi pasukan khusus untuk membantu melakukan patroli di wilayah yang beresiko tinggi.

Sebelumnya di tahun 2015, PBB merilis laporan yang mendokumentasikan pelecehan seksual di sejumlah negara di mana pasukan “penjaga perdamaian” telah dioperasikan, termasuk Republik Kongo, Liberia, Haiti dan Sudan Selatan.

Laporan itu mengatakan terdapat 480 tuduhan kekerasan seksual antara 2008 hingga 2013, yang sepertiga dari jumlah kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Empat warga sipil Azerbaijan tewas akibat ranjau yang ditanam militer Armenia

FUZULI (Arrahmah.com) - Empat warga sipil Azerbaijan kehilangan nyawa mereka setelah bom ranjau yang diletakkan oleh militer Armenia meledak, kata otoritas negara pada Sabtu (28/11/2020). Ledakan tersebut terjadi ketika kendaraan yang…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Iklan