Harga minyak meningkat saat Saudi putuskan hubungan dengan Iran

29

Support Us

RIYADH (Arrahmah.com) – Harga minyak naik dalam dua hari ini saat Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Iran, sehari setelah kedutaannya di Teheran diserang untuk memprotes eksekusi seorang tokoh terkemuka Syiah.

Seperti di New York, harga minyak mengalami kenaikan sebesar 3,5 persen. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah memperingatkan akan dampak-dampak yang akan terjadi, dan para pengunjuk rasa bersenjatakan batu dan bom menyerang kedutaan Saudi di Teheran pada Sabtu (2/1/2016) dan membakar beberapa bagian dari gedung kedutaan, sebagaimana dilansir oleh The National, Senin (4/1/2015).

Timur Tengah menyumbang sekitar 30 persen dari produksi minyak global pada 2014, menurut Administrasi Informasi Energi.

Arab Saudi dan Iran, masing-masing merupakan produsen minyak yang menempati urutan pertama dan kelima diantara negara-negara OPEC. Kedua negara itu berada dalam posisi yang berseberangan terkait konflik Timur Tengah, dari Suriah hingga Yaman.

“Minyak mengawali tahun baru dengan mengalami kenaikan, karena pasar Asia bereaksi terhadap ketakutan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengancam pasokan minyak,” kata Analis Pasar IG Markets di Singapura, Bernard Aw.

Namun, ia meyakini naiknya harga minyak tersebut hanya akan berlangsung sesaat sebelum kemudian turun kembali mengingat dunia akan terus-menerus kelebihan pasokan sepanjang 2016.”

Pada sekitar pukul 02.30 GMT, patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 48 sen atau 1,30 persen menjadi 37,52 dolar AS per barel, dan minyak mentah Brent untuk Februari diperdagangkan 61 sen atau 1,64 persen lebih tinggi pada 37,89 dolar AS per barel.

Duta Besar Iran di Arab Saudi memiliki waktu 48 jam untuk meninggalkan Arab Saudi, ungkap menteri luar negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, pada Ahad (3/1), di Riyadh.

Krisis ini merupakan yang terburuk antara dua kekuatan regional sejak akhir 1980-an, ketika Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Iran setelah kedutaan besarnya diserang, menyusul kematian jamaah Iran selama musim haji di Mekkah.

Arab Saudi memproduksi sebesar 10.250.000 barel per hari pada bulan Desember, membantu menjaga produksi harian OPEC di atas 32 juta barel untuk bulan ketujuh, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Iran memompa sebesar 2,7 juta barel per hari dan berusaha untuk meningkatkan ekspor setelah sanksi internasional atas Iran dicabut.

“Kekhawatiran geopolitik terus meningkat, terutama dengan adanya gejolak terbaru antara Arab Saudi dan Iran,” Robin Mills, seorang analis di Manaar Energy Consulting di Dubai, mengatakan melalui telepon dari Inggris pada Ahad.

“Semua indikator pasokan harga minyak masih berupa angka kasar. Iran terlihat akan kembali mendekati pasar minyak, Rusia juga meningkatkan produksi minyaknya, dan sebagian besar negara-negara anggota OPEC memproduksi minyak sebanyak yang mereka bisa.”

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Gaza mengekspor minyak zaitun ke negara-negara Teluk untuk pertama kalinya

GAZA (Arrahmah.com) - Kementerian Pertanian Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka akan mengimpor minyak zaitun Palestina untuk pertama kalinya dari kantong yang terkepung, ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Berbicara kepada…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Mesir: Qatar rusak pembicaraan damai melalui dukungan untuk pemerintah Libya

KAIRO (Arrahmah.com) - Qatar merusak pembicaraan damai melalui dukungannya untuk Pemerintah Nasional Libya (GNA) yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata para pejabat Mesir, yang dilansir Al-Monitor. Oktober lalu, Qatar…

Tidak ada penghormatan bagi tahanan Palestina yang meninggal di penjara "Israel"

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Pintu rumah keluarga Baroud telah ditutup untuk selamanya. Penghuninya, Raya Baroud dan putra satu-satunya, Fares, tewas di bawah tekanan pendudukan "Israel". Keluarga tersebut telah menanggung rasa sakit dan…

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Harian Iran: Teheran harus bidik Haifa jika "Israel" ada di balik terbunuhnya Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar Iran pada hari Minggu (29/11/2020) menyarankan Iran harus menyerang kota pelabuhan Haifa "Israel" jika negeri Zionis melakukan pembunuhan seorang ilmuwan yang terkait…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah