Mensos: Jangan rayakan tahun baru dengan miras dan free sex

Polisi membentangkan spanduk tolak maksiat di malam tahun baru
35

SEMARANG (Arrahmah.com) – Selama ini masih banyak masyarakat yang merayakan momentum pergantian tahun dengan cara-cara yang bersifat negatif. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perayaan Tahun Baru 2016 dengan cara-cara yang merusak diri dan masyarakat seperti mabuk minuman berlkohol dan seks bebas.

“Termasuk merusak diri sendiri, misalnya merayakan tahun baru dengan minum-minuman keras, free sex. Tolong perbuatan-perbuatan yang destruktif itu dihentikan,” katanya pada Konferensi Wilayah VII Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, Sabtu (26/12/2015), lansir Antara.

Minuman keras yang terkonsumsi tubuh, dikemukakannya, berakibat merusak tubuh, bahkan sampai menimbulkan kematian. Sehingga dampak minumas keras memang sangat merusak tubuh manusia.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ini juga menyebutkan beberapa kasus kematian dan kebutaan diakibatkan pengonsumsian minuman keras oplosan, seperti mencampur alkohol kadar 90 persen dengan minuman yang sangat membahayakan.

“Kebanyakan dari pengoplos membeli alkohol dari apotik yang memiliki kadar alkohol 90 persen, kemudian dicampur dengan soft drink. Ini jelas sangat berbahaya dikonsumsi,” tegasnya.

Menenggak minuman oplosan, dikatakannya, langsung menyerang dengan membekukan pembuluh darah di sekitar mata sehingga menyebabkan kebutaan, dan bisa membekukan darah di sekitar jantung.

Oleh karena itu, Mensos mengingatkan semua kalangan masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk menghentikan minum minuman keras dan oplosan, termasuk untuk merayakan tahun baru.

“Begitu juga dalam perayaan pergantian tahun. Bukan cara kita menikmatinya sambil pesta minuman keras dan free sex. Namun, kita harus merayakan tahun baru dengan mensyukuri,” kata Mensos. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.